Umum

JTI Indonesia Dukung Aksi Pelestarian Lingkungan di Kawasan Hulu Gunung Arjuna

354
×

JTI Indonesia Dukung Aksi Pelestarian Lingkungan di Kawasan Hulu Gunung Arjuna

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Japan Tobacco International (JTI) Indonesia bersama para pegiat dan komunitas pecinta lingkungan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya menggelar aksi tanam pohon serta pembuatan rorak (lubang serapan untuk menahan aliran permukaan dan mencegah erosi) di kawasan hutan lereng Gunung Arjuna, Pasuruan. Program ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin sering terjadi, sekaligus upaya mencegah terbentuknya lahan kritis di area resapan.

“Aksi bersama tanam pohon dan pembuatan rorak ini merupakan inisiatif lanjutan JTI Indonesia dengan tujuan konservasi air dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di lereng Gunung Arjuna. Kawasan ini strategis bagi ekosistem hayati dan menjadi daerah tangkapan air yang memasok sejumlah wilayah di Jawa Timur, sehingga berdampak luas bagi kehidupan masyarakat dan roda pembangunan,” kata Reza Safarzadeh, Factory Lead JTI Indonesia, Minggu (25/1) pagi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Tantangan yang kerap terjadi di area resapan adalah penurunan debit dan kuantitas sumber air baku (mata air). Keduanya merupakan ancaman nyata yang diperburuk oleh perubahan iklim global. Pola musim kemarau dan hujan kian tidak teratur, dimana periode hujan cenderung lebih singkat namun berintensitas tinggi (hujan deras atau badai), sementara musim kemarau semakin panjang dan lebih kering. Kondisi ini memengaruhi lingkungan dan meningkatkan potensi bencana di Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut menjadi perhatian JTI Indonesia, mengingat berbagai aktivitas masyarakat di daerah hilir – baik kebutuhan hidup sehari-hari maupun usaha pertanian, peternakan, industri, pariwisata, dan sektor bisnis lain, memiliki ketergantungan tinggi pada kesehatan hutan di hulu. Faktor ini mendorong JTI Indonesia melahirkan program Tandur Banyu sejak 2022. Sejak saat itu, sebanyak 7.000 tanaman endemik telah ditanam dan dirawat bersama komunitas perhutanan sosial dan pecinta lingkungan di wilayah Pasuruan, khususnya lereng Gunung Arjuna. Selain penanaman, dilakukan pula penguatan manajemen pengelolaan hutan serta pembuatan rorak agar vegetasi hutan tetap terjaga.

READ  Libur Nataru Dorong 330.577 Kendaraan Melintas Tol Gempol–Pasuruan

Sebagai dukungan terhadap inisiatif ini, JTI Indonesia bersama Baskomas dan Alliance Water Stewardship pada Desember 2025 lalu juga menginisiasi forum kolaborasi antarkomunitas dan pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian air dan menciptakan ekosistem berkelanjutan di Pasuruan. Forum ini melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab. Pasuruan, H. Yudha Tri Sasongko menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Tandur Banyu yang dilakukan JTI Indonesia bersama dengan para komunitas pegiat lingkungan. Dirinya menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan di wilayah kabupaten Pasuruan harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

“Untuk menjaga ekosistem harus dilakukan secara menyeluruh, oleh semua pihak. Dan kami mengapresiasi upaya yang dilakukan komunitas dan dunia usaha saat ini di kawasan Putuk Elang Pasuruan. Bersama dengan Pemkab Pasuruan, kami berharap upaya rehabilitasi dan konservasi ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua pihak, baik dulu maupun di hilir, ,” ujar Yudha.

Ditambahkannya, potensi penurunan kapasitas infiltrasi dan peningkatan run off air di hulu, bisa menyebabkan penurunan debit di sumber mata air, banjir, longsor serta kerusakan infrastruktur jalan serta fasilitas umum lainnya akibat dari penggerusan air dan longsor tersebut. Sehingga upaya kolaborasi wajib diperlukan dalam mengantisipasi setiap potensi bencana yang muncul.

Yudha juga berpesan agar komunitas masyarakat dan dunia usaha tetap konsisten menjaga lingkungan, termasuk melakukan upaya rehabilitasi dan konservasi, karena dampaknya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. ”Yang kita lakukan (penanaman, red.) ini untuk anak-anak kita nanti,” tambahnya.

Ketua Komunitas Tani Organik Sumadi, Nurhidayat, yang juga salah satu pengelola perhutanan sosial di kawasan lereng gunung Arjuna menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang telah dijalin dengan JTI Indonesia.

READ  Erick Cabut Permenpora 14/2024, LaNyalla Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah

”Selain penanaman, kami juga dibantu dalam manajemen pariwisata berbasis komunitas serta nantinya akan ada juga riset dan kajian di bidang ekologi di kawasan Putuk Elang,” kata Nurhidayat. (KAZ)