BisnisUmum

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Pertumbuhan Transaksi Capai Rp194 Triliun

344
×

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Pertumbuhan Transaksi Capai Rp194 Triliun

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), perusahaan yang menaungi Gojek dan GoPay, mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar pada kuartal III 2026. Pencapaian ini sekaligus menandai keberhasilan perseroan mempertahankan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut di tengah berbagai tantangan bisnis.

Capaian tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal III 2025, GoTo masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp255 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) inti GoTo tumbuh 89 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp194 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan meningkat 17 persen YoY menjadi Rp5,6 triliun.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut menjadi hasil dari upaya perusahaan menjaga kinerja fundamental bisnis dan disiplin operasional.

“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” ujar Hans.

Menurutnya, capaian tersebut diraih di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya berkaitan dengan penerapan komisi 8 persen pada layanan GoRide yang mulai memberikan dampak dalam satu kuartal penuh pada periode tersebut.

Hans menyebut dampak penerapan komisi tersebut cukup signifikan. Meski demikian, GoTo tetap berupaya menjaga pertumbuhan bisnis melalui pengelolaan operasional dan alokasi modal secara disiplin.

GoTo Batalkan 32 Miliar Saham Tresuri dan Lanjutkan Buyback

Selain memperkuat kinerja operasional, GoTo juga mengambil langkah untuk meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

READ  Nellava Bullion Masuk Surabaya, Fokus Transparansi Harga dan Keamanan Investasi

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7 persen dari total saham perseroan. Keputusan tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Pembatalan saham tresuri tersebut akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang masih memiliki saham GoTo.

Di samping itu, perseroan juga terus menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini dilakukan karena manajemen menilai saham GoTo saat ini menawarkan nilai yang menarik.

“Kami melakukan dua hal. Pertama, kami akan membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7 persen dari total saham, yang baru-baru ini disetujui dalam RUPSLB. Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada,” jelas Hans.

“Kedua, kami juga terus membeli kembali saham perusahaan karena kami percaya saham GoTo saat ini menawarkan nilai yang menarik,” imbuhnya.

Perkuat Fundamental Bisnis dan Kesejahteraan Mitra Driver

Di tengah upaya meningkatkan profitabilitas, GoTo menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem bisnis, termasuk memberikan manfaat bagi jutaan mitra pengemudi atau driver.

Hans mengatakan, perusahaan akan terus memastikan fundamental bisnis tetap sehat agar mampu tumbuh sekaligus memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem GoTo.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui perluasan Program Apresiasi Mitra. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat lebih luas bagi mitra driver beserta keluarganya.

Berbagai bentuk apresiasi yang disiapkan mencakup akses BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, program beasiswa pendidikan, hingga kesempatan memperoleh fasilitas umrah gratis.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver,” kata Hans.

READ  Dukung Transisi Energi, Bio Farma Mulai Gunakan CNG di Fasilitas Produksi

Melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, GoTo berharap semakin banyak mitra pengemudi dan keluarga mereka dapat merasakan manfaat dari berbagai program perlindungan sosial, pendidikan, hingga keagamaan.

Kinerja keuangan kuartal III 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya GoTo memperkuat profitabilitas, menjaga pertumbuhan transaksi, serta membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di tengah dinamika industri teknologi dan layanan digital. (MYN)