BisnisUmum

Pendapatan YouTube Tembus US$60 Miliar pada 2025, Lampaui Netflix

357
×

Pendapatan YouTube Tembus US$60 Miliar pada 2025, Lampaui Netflix

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Platform berbagi video YouTube mencatatkan tonggak sejarah baru dengan membukukan pendapatan lebih dari US$60 miliar sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mencakup pendapatan dari iklan dan layanan berlangganan, sekaligus menjadi pertama kalinya perusahaan induk Alphabet merinci total pendapatan YouTube secara menyeluruh.

Capaian ini menjadikan YouTube jauh lebih besar dibandingkan pemimpin layanan video streaming berlangganan Netflix, yang melaporkan pendapatan sebesar US$45,18 miliar sepanjang tahun penuh 2025. Bahkan, pendapatan YouTube juga melampaui hampir seluruh perusahaan hiburan global, kecuali Disney yang mencatatkan pendapatan US$95,7 miliar pada tahun kalender yang sama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dilansir dari Variety, CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai mengatakan Alphabet kini memiliki lebih dari 325 juta pelanggan berbayar di berbagai layanan konsumen, termasuk YouTube Premium, YouTube TV, dan Google One.

“Pertumbuhan pelanggan berbayar ini mencerminkan kuatnya permintaan terhadap layanan premium kami,” kata Pichai dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, YouTube juga mencatatkan penjualan iklan terbesar sepanjang sejarah pada kuartal keempat 2025. Namun demikian, pendapatan iklan tersebut masih berada di bawah ekspektasi Wall Street.

Dalam tiga bulan terakhir 2025, pendapatan iklan global YouTube mencapai US$11,38 miliar, meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, analis Wall Street yang dihimpun oleh StreetAccount memperkirakan pendapatan iklan YouTube mencapai US$11,84 miliar.

Pichai mengungkapkan, belanja iklan merek di YouTube turut terpengaruh oleh menurunnya pengeluaran iklan politik pada kuartal keempat 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Meski demikian, performa layanan berlangganan YouTube tetap solid. NFL, misalnya, mencatatkan jumlah pelanggan berbayar tertinggi untuk paket Sunday Ticket di luar pasar melalui YouTube pada musim terbarunya. Selain itu, konsumsi konten podcast di YouTube juga meningkat signifikan.

READ  Banyuwangi Creative Hub Gelar 'Kelas Kreatif', Bongkar Jurus Bertahan dan Berkembang Bisnis F&B

“Pada Oktober 2025, penonton menyaksikan lebih dari 700 juta jam podcast di YouTube melalui TV, meningkat 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Pichai.

Secara keseluruhan, Alphabet membukukan pendapatan kuartal keempat sebesar US$113,8 miliar atau tumbuh 18 persen secara tahunan. Laba bersih perusahaan mencapai US$34,5 miliar, naik 30 persen, dengan pendapatan per saham (earnings per share/EPS) sebesar US$2,82.

Kinerja tersebut melampaui perkiraan konsensus analis yang memperkirakan pendapatan US$111,43 miliar dan EPS sebesar US$2,63. Alphabet menilai investasi dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan di seluruh lini bisnis.

Untuk tahun 2026, Alphabet memperkirakan belanja modal sebesar US$175 miliar hingga US$185 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan pengeluaran modal tahun 2025 sebesar US$91,4 miliar. Investasi tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan, khususnya di bidang AI.

Sementara itu, CEO YouTube Neal Mohan dalam surat tahunannya kepada komunitas kreator 2026 mengungkapkan bahwa lebih dari 1 juta kanal menggunakan alat AI YouTube setiap hari pada Desember 2025. Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menekan penyebaran konten AI berkualitas rendah dan berulang.

Di sisi produk, YouTube Shorts kini rata-rata ditonton hingga 200 miliar kali setiap hari. Tahun ini, YouTube akan mengintegrasikan format lain, seperti unggahan gambar dan konten langsung, ke dalam feed Shorts.

Selain itu, YouTube TV akan segera meluncurkan fitur multiview yang sepenuhnya dapat disesuaikan, memungkinkan pengguna menonton beberapa saluran langsung dalam satu layar. Platform tersebut juga berencana merilis sedikitnya 10 paket YouTube TV berbiaya rendah berbasis genre, mulai dari olahraga, hiburan, hingga berita. (NRC)