PemerintahanUmum

Jatim-Yaman Perkuat Hubungan Historis Lewat Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

305
×

Jatim-Yaman Perkuat Hubungan Historis Lewat Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan antara Jawa Timur dan Yaman di berbagai sektor strategis.

Dalam pertemuan itu, Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik inisiatif memperkuat hubungan antara Jawa Timur dan Yaman melalui penjajakan kerja sama di sektor investasi, pendidikan, perdagangan, dan budaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya. Namun, prosesnya tentu sesuai dengan rekomendasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, sektor perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman menunjukkan tren positif. Pada periode 2021–2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman tercatat fluktuatif dengan tren pertumbuhan rata-rata mencapai 24,08 persen per tahun.

Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mencapai sekitar USD 14,6 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi olahan tepung senilai USD 5,8 juta, sabun dan preparat pembersih USD 3,69 juta, kertas dan karton USD 1,5 juta, serta produk kaca, makanan olahan, perlengkapan listrik dan produk perikanan.

“Sedangkan nilai impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar USD 1,97 juta, sehingga menghasilkan surplus perdagangan bagi Jawa Timur sekitar USD 12,63 juta,” jelasnya.

Khofifah menilai kerja sama perdagangan masih sangat potensial untuk dikembangkan. Bahkan, sejumlah istilah makanan Indonesia seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, sambal hingga mi instan cukup dikenal masyarakat Yaman.

“Betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman terutama Provinsi Hadramaut sudah begitu kuat berjalan luar biasa,” tuturnya.

READ  Pemprov Jatim dan Kejaksaan Tinggi Teken Kolaborasi: Terapkan Restorative Justice untuk Keadilan Berpihak pada Masyarakat

Ia juga menyebut banyak produk khas Yaman yang dikenal masyarakat Indonesia, seperti madu Yaman yang kerap dijadikan oleh-oleh haji dan umrah, hingga lagu-lagu Yaman yang populer di masyarakat.

Di sektor budaya, Khofifah mengatakan hubungan historis dan kultural antara Indonesia dan Yaman telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui jalur perdagangan maritim, penyebaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di kawasan Kawasan Ampel menjadi simbol kuat hubungan sejarah tersebut.

“Nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kontribusi sosial yang diwariskan oleh komunitas Hadhrami telah menjadi bagian penting dari perkembangan masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan hubungan pendidikan antara Jawa Timur dan Yaman juga cukup kuat, terutama dalam bidang pendidikan agama. Ia berharap pertukaran mahasiswa antara kedua wilayah dapat terus diperkuat untuk membangun moderasi dan keberagaman.

“Menjadi bagian penting membangun pendidikan terutama di sektor jurusan agama tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas dimana mereka akan mengabdikannya,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan rencana kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Jawa Timur dan beberapa provinsi di Yaman, khususnya Provinsi Hadramaut.

“Provinsi Hadramaut dengan Provinsi Jawa Timur bukan sekadar hubungan biasa melainkan seperti saudara kandung karena banyak masyarakat Yaman yang hijrah ke Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Yaman memiliki peran besar dalam perkembangan Indonesia sehingga hubungan historis tersebut perlu terus diperkuat melalui kerja sama pendidikan, kebudayaan dan ekonomi.

“Mereka mempunyai peran yang begitu besar di negeri ini maka sekarang kita ingin membangun kembali hubungan tersebut baik di sektor pendidikan, kebudayaan dan ekonomi. Semoga semua rencana ini dapat tercapai,” pungkasnya. (BRN)