PemerintahanUmum

Pemkab Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

228
×

Pemkab Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menunjukkan komitmennya menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dengan menyerahkan sertifikat lahan kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Salinan sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras kepada Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Penyerahan sertifikat itu menjadi tindak lanjut kunjungan Bupati Mamuju Tengah ke Kemensos pada Juli 2026 lalu untuk melaporkan perkembangan proses peralihan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Lahan yang sebelumnya dinilai kurang layak kemudian dipindahkan ke Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Lokasi tersebut memiliki luas sekitar 8,85 hektare dan saat ini berupa lahan pertanian.

“Pak Bupati Mamuju Tengah menyerahkan sertifikat lahan, luasnya 8 hektare yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah,” ujar Agus Jabo.

Dengan telah terbitnya sertifikat calon lahan tersebut, Agus Jabo berharap Mamuju Tengah dapat masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang ditargetkan berlangsung pada 2026.

“Kami berharap di tahun ini Mamuju Tengah bisa mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3, supaya anak-anak kita yang ada di Mamuju Tengah, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, bisa secepatnya mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Menurut Agus Jabo, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Pendidikan dinilai menjadi instrumen penting untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga miskin agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Seperti yang diharapkan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Kita siapkan, kita gotong royong supaya kemiskinan bisa segera diatasi dan kita bisa menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

READ  Uji Statis dan Dinamis Kereta Tidur Nusantara Explorer, KAI Siapkan Layanan Mewah Berkonsep Nusantara

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pendidikan sebagai salah satu jalan keluar dari persoalan kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat dikembangkan hingga jenjang pendidikan dasar agar intervensi terhadap anak-anak dari keluarga miskin dapat dilakukan sejak dini.

Agus Jabo juga menyebut kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam konteks program tersebut, masih terdapat lebih dari satu juta anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tidak bersekolah.

Sementara itu, kapasitas Sekolah Rakyat yang tersedia saat ini baru sekitar 43.000 siswa. Untuk memperluas jangkauan program, pemerintah melakukan penambahan kapasitas dari sebelumnya sekitar 1.000 siswa per sekolah menjadi hingga 2.500 siswa per sekolah.

Di sisi lain, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menjelaskan sertifikat lahan yang diserahkan kepada Kemensos baru terbit pada 19 Agustus 2026. Karena itu, pihaknya langsung membawa dokumen tersebut ke Kemensos sebagai tindak lanjut proses penyiapan lahan.

“Terakhir proses sertifikatnya di tanggal 19 Agustus kemarin baru terbit, jadi sekarang kami bawa,” ujar Arsal.

Arsal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat dapat dipenuhi.

Penyerahan sertifikat tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kesiapan lahan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan proses verifikasi selesai, pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah diharapkan dapat segera direalisasikan. (HTG)