Umum

Mufti Anam Ajak Warga Probolinggo Perkuat Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan

359
×

Mufti Anam Ajak Warga Probolinggo Perkuat Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menghadapi perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat.

Pesan tersebut disampaikan Mufti dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 29 September 2026. Kegiatan itu diikuti tokoh masyarakat, komunitas, serta sejumlah elemen warga.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Mufti menekankan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak semestinya berhenti sebagai pengetahuan mengenai kehidupan bernegara.

Menurutnya, nilai-nilai dalam Empat Pilar Kebangsaan harus diterjemahkan menjadi perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, membantu warga yang mengalami kesulitan, hingga berbagi dengan mereka yang membutuhkan merupakan bentuk sederhana pengamalan nilai kebangsaan.

“Empat Pilar bukan sekadar materi yang kita ingat atau hafalkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya hadir dalam tindakan sehari-hari,” kata Mufti dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, penguatan Empat Pilar Kebangsaan tidak terlepas dari gagasan almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai Ketua MPR RI. Menurut Mufti, gagasan tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk terus meneguhkan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mantan Ketua HIPMI Jawa Timur itu menilai Indonesia memiliki modal sosial dan ideologis yang penting untuk menghadapi berbagai persoalan kontemporer. Ketidakpastian ekonomi dunia, persoalan lingkungan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan yang membutuhkan ketahanan nasional sekaligus solidaritas masyarakat.

Mufti mengatakan nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi pegangan agar masyarakat tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi berbagai perubahan tersebut.

“Ketika berbagai negara menghadapi tekanan akibat konflik maupun persoalan ekonomi, Indonesia memiliki kekuatan yang berasal dari fondasi kebangsaan dan semangat persatuan,” ujarnya.

READ  Kebakaran Kembali Terjadi di Bukit Watangan TNBTS

Selain penguatan nilai kebangsaan, Mufti juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan budaya gotong royong. Menurutnya, perkembangan kehidupan modern tidak boleh membuat hubungan sosial antarmasyarakat semakin renggang.

Kepedulian dan kemauan untuk saling membantu, kata dia, justru harus terus dirawat sebagai karakter masyarakat Indonesia. Semangat tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Mufti juga mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital. Arus informasi yang bergerak cepat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Masyarakat, lanjut dia, perlu berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang berpotensi memicu permusuhan dan mengganggu kerukunan.

Ia berharap Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah perubahan sosial.

Mufti menegaskan, keberlangsungan kehidupan berbangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai kebangsaan benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Bangsa ini akan memiliki ketahanan yang kuat apabila nilai kebangsaan tidak hanya dibicarakan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Peserta kegiatan menyambut positif pendekatan yang dibangun dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut. Materi yang dikaitkan dengan persoalan kehidupan sehari-hari dinilai membuat pembahasan Empat Pilar lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. (JMB)