BisnisUmum

Okupansi Hotel Masih di Bawah 40 Persen, Bali Jadi Sorotan Penurunan

308
×

Okupansi Hotel Masih di Bawah 40 Persen, Bali Jadi Sorotan Penurunan

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di Indonesia pada November 2025 mencapai 39,97 persen. Angka tersebut menunjukkan kondisi hunian hotel nasional masih stagnan dan bertahan di level di bawah 40 persen.

Secara bulanan, TPK hotel nasional tercatat naik tipis sebesar 0,44 poin persentase dibandingkan Oktober 2025. Namun secara tahunan, kinerjanya masih melemah dengan penurunan 2,64 poin persentase dibandingkan capaian pada November 2024.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kinerja hunian hotel pada November 2025 menunjukkan perbedaan yang cukup kontras antara hotel bintang dan nonbintang. BPS mencatat TPK hotel bintang mencapai 53,89 persen.

“TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 53,89 persen atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05 poin persentase, tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,07 poin persentase,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026).

Secara spasial, tingkat hunian hotel bintang tertinggi tercatat di Papua Selatan yang mencapai 63,31 persen, disusul Kalimantan Timur sebesar 63,01 persen, dan DKI Jakarta sebesar 62,03 persen. Tingginya okupansi hotel bintang di Jakarta diduga didorong oleh aktivitas bisnis serta kegiatan pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE).

Sebaliknya, tingkat hunian hotel bintang terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 29,50 persen, Aceh 31,27 persen, dan Papua Pegunungan 37,49 persen.

Secara bulanan, TPK hotel bintang meningkat 1,05 poin persentase dibandingkan Oktober 2025. Peningkatan tertinggi terjadi di Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tengah. Namun, Provinsi Bali justru mencatat penurunan terdalam dengan TPK hotel bintang anjlok 6,60 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan di Bali ini kontras dengan tren nasional dan menjadi sorotan.

READ  Jawa Timur Cetak Rekor Produksi Padi Tertinggi Nasional, Khofifah: Jatim Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Secara tahunan, TPK hotel bintang pada November 2025 turun 1,07 poin persentase dibandingkan November 2024. Penurunan terdalam terjadi di Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bengkulu. Sementara itu, peningkatan tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, tingkat penghunian hotel nonbintang pada November 2025 tercatat hanya sebesar 24,98 persen. Angka ini turun 0,27 poin persentase dibandingkan Oktober 2025. Penurunan terdalam terjadi di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sumatera Selatan. Adapun peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Tekanan di Bali tercatat terjadi pada kedua segmen, baik hotel bintang maupun nonbintang, yang menunjukkan tantangan serius bagi sektor pariwisata di daerah tersebut.

Secara kumulatif periode Januari hingga November 2025, BPS mencatat TPK hotel bintang sebesar 48,66 persen dan TPK hotel nonbintang sebesar 24,88 persen. Kedua kategori tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mengonfirmasi bahwa pemulihan sektor perhotelan nasional masih berlangsung tidak merata dan menghadapi berbagai tantangan. (UBY)