NEWSKOTA.COM – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, di kantor Sekretariat Kabinet, Kamis (15/1/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai prioritas program Kadin untuk tahun 2026 serta dukungan dunia usaha terhadap agenda strategis pemerintah.
Informasi pertemuan ini disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Jumat (16/1/2026). Dalam pertemuan itu, Teddy dan Anindya berdiskusi mengenai sejumlah program quick win Kadin 2025, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain membahas program domestik, Teddy juga memberikan masukan terkait peran Kadin Global Engagement Office (Kadin GEO) untuk mendukung agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. Peran Kadin dinilai strategis dalam membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional.
“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, Kadin siap bergotong royong dalam semangat Indonesia Incorporated untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi Indonesia,” ujar Anindya Bakrie.
Anindya menegaskan komitmen Kadin untuk mendukung penuh program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menyinggung partisipasi Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, serta rencana kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Inggris. Dalam kunjungan itu, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kerja sama bilateral.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, turut mempersiapkan agenda pendidikan dalam kunjungan tersebut. Ia menyebut Presiden Prabowo akan berdiskusi langsung dengan perwakilan Russel Group University, yakni kelompok 24 universitas papan atas di Inggris.
“Russel Group University ini adalah kelompok 24 universitas paling papan atas di Inggris. Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan yang terbaik, sehingga yang diajak bekerja sama benar-benar institusi pendidikan kelas dunia,” ujar Stella.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Inggris. (PRI)




