LifestyleUmum

Sasa Luruskan Mitos MSG Lewat Kampanye #MSGYangBenar, Dorong Pola Makan Lebih Sehat Tanpa Kurangi Kelezatan

217
×

Sasa Luruskan Mitos MSG Lewat Kampanye #MSGYangBenar, Dorong Pola Makan Lebih Sehat Tanpa Kurangi Kelezatan

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Mitos yang telah lama berkembang di masyarakat mengenai Monosodium Glutamat (MSG) kembali diluruskan melalui pendekatan berbasis ilmiah. Selama puluhan tahun, MSG kerap dianggap sebagai penyebab berbagai gangguan kesehatan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan ancaman yang lebih nyata justru berasal dari konsumsi gula dan garam secara berlebihan.

Untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mematahkan berbagai anggapan keliru tersebut, PT Sasa Inti menggelar Press Conference Sasa #MSGYangBenar bertajuk “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Melalui kampanye ini, Sasa mengajak masyarakat memahami bahwa penggunaan #MSGYangBenar dapat menjadi solusi untuk menghadirkan makanan yang tetap lezat sekaligus membantu mengurangi penggunaan gula dan garam dalam masakan.

Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata, mengatakan kampanye tersebut bertujuan mengubah persepsi publik terhadap MSG yang selama ini banyak dipengaruhi informasi yang tidak didukung bukti ilmiah.

“Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada. Untuk mendukung edukasi ini, kami menyediakan website msgyangbenar.sasa.co.id agar masyarakat dapat memvalidasi mitos versus fakta seputar MSG,” ujar Albert.

Didukung Bukti Ilmiah

Dalam paparannya, Sasa mengungkapkan sejumlah fakta ilmiah mengenai MSG. Berdasarkan data U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO), kandungan natrium dalam MSG hanya sekitar 12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 40 persen natrium.

READ  Pemerintah Pastikan Penyaluran BLT Kesra Tepat Sasaran Lewat Jaringan Kantor Pos

Selain itu, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa penggunaan MSG secara tepat mampu mengurangi kebutuhan garam dapur hingga 30 persen tanpa mengurangi cita rasa makanan, bahkan meningkatkan penerimaan rasa atau palatability.

MSG sendiri diproduksi melalui proses fermentasi bahan alami seperti tebu, sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan rendah gula dan garam tanpa kehilangan kenikmatan rasa.

Kolaborasi dengan Pedagang Nasi Goreng Legendaris Surabaya

Sebagai bagian dari kampanye edukasi, Sasa juga menggandeng sejumlah pedagang kaki lima atau hawkers nasi goreng legendaris di Surabaya.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa MSG telah digunakan secara aman selama puluhan tahun untuk menjaga konsistensi cita rasa makanan yang dinikmati lintas generasi.

Melalui penggunaan Sasa MSG, para pedagang mengaku mampu mengurangi penggunaan gula dan garam secara signifikan tanpa menghilangkan cita rasa gurih khas nasi goreng yang menjadi favorit pelanggan.

Pengalaman kuliner sehat tersebut juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang hadir di Alun-Alun Surabaya melalui sajian gratis yang disediakan selama acara berlangsung.

Hadirkan Ahli Gizi hingga Ikon Kuliner Surabaya

Kampanye #MSGYangBenar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga kuliner. Acara dipandu oleh Indra Herlambang dengan menghadirkan Reisa Broto Asmoro, Mochamad Rizal, S.Gz., M.S. selaku dietisien, Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy.

Para panelis membahas berbagai mitos dan fakta seputar MSG berdasarkan kajian ilmiah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola konsumsi yang tepat.

Selain sesi diskusi, pengunjung juga diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari menjelajahi instalasi edukasi #MSGYangBenar, menyaksikan cooking demo, hingga mengikuti taste test untuk membuktikan secara langsung bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat menghasilkan makanan yang lebih lezat dengan penggunaan gula dan garam yang lebih sedikit.

READ  Rencana Permenkes IHT Tuai Sorotan, Dinilai Berisiko pada Penerimaan Negara dan Lapangan Kerja

Melalui kampanye ini, PT Sasa Inti berharap masyarakat semakin memahami bahwa penggunaan MSG secara bijak dan sesuai takaran merupakan bagian dari pola memasak yang sehat, sekaligus membantu menghadirkan hidangan bergizi tanpa mengorbankan cita rasa. (XST)