BisnisUmum

Diluncurkan di Jember, SIMODIS® Jadi Inovasi Syngenta untuk Atasi Serangan Thrips Cabai

329
×

Diluncurkan di Jember, SIMODIS® Jadi Inovasi Syngenta untuk Atasi Serangan Thrips Cabai

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Syngenta Indonesia resmi meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis teknologi inovatif PLINAZOLIN®, guna membantu petani mengendalikan serangan hama thrips pada tanaman cabai. Peluncuran perdana di Indonesia ini digelar di Kabupaten Jember—satu di antara sentra produksi cabai utama di Jawa Timur—dan dihadiri oleh 285 petani asal Jember dan Banyuwangi.

Langkah ini menjadi komitmen Syngenta Indonesia dalam menghadirkan solusi perlindungan tanaman yang relevan, terutama di tengah ancaman fenomena cuaca seperti El Niño yang memicu peningkatan populasi hama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, mengungkapkan bahwa dari tiga tantangan utama petani—kekeringan, fluktuasi harga, dan serangan hama—faktor hamalah yang paling memungkinkan untuk dikendalikan secara langsung melalui teknologi yang tepat.

“SIMODIS® hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama: Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), dan Sempurna (bunga dan buah mulus),” kata Fauzi.

Keunggulan dan Aturan Pakai yang Bertanggung Jawab
Pengendalian thrips yang optimal terbukti meminimalkan risiko daun keriput, mencegah bunga rontok, serta menekan jumlah buah bengkok. Petani cabai asal Cianjur, Jayan, dan petani lokal Arif Saifur Rohman turut mengamini efektivitas ini. Arif mengaku kualitas panen cabainya meningkat signifikan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Meski demikian, Syngenta mengingatkan agar inovasi ini digunakan secara bijak untuk mencegah resistensi hama di kemudian hari.

“Petani perlu mengikuti petunjuk penggunaan pada label dan menerapkan rotasi cara kerja (mode of action) bahan aktif,” tegas Product Manager Syngenta Indonesia, Tracy Tey Hui Xiang.

Untuk hasil optimal pada tanaman cabai, SIMODIS® direkomendasikan pada usia 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST) dengan dosis 600 ml/ha (konsentrasi 1,2 ml/L) serta volume semprot 500 L/ha.

READ  Sudewo Ditetapkan Tersangka Korupsi DJKA Kemenhub oleh KPK

Rangkaian Kegiatan dan Program MAJU
Acara peluncuran turut dimeriahkan dengan kompetisi Si ‘Modis’ Fashion Show bertema inspirasi tanaman cabai sehat sebagai simbol vitalitas pembungaan dan pembuahan.

Jember menjadi titik awal dari rangkaian Grand Launching SIMODIS® yang rencananya diadakan di lima lokasi di Indonesia. Peluncuran ini sekaligus menegaskan komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung visi Petani MAJU melalui adopsi teknologi pertanian yang berkelanjutan dan produktif. (DLW)