PemerintahanUmum

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Flyover Gedangan Disiapkan Enam Lajur Dua Arah

293
×

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Flyover Gedangan Disiapkan Enam Lajur Dua Arah

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Pembahasan Kesepakatan ROW Pembangunan Flyover Gedangan yang digelar di Ops Room Kabupaten Sidoarjo (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

NEWSKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali resmi menyepakati penggunaan skema Right of Way (ROW) enam lajur dua arah untuk pembangunan Flyover Gedangan. Langkah strategis ini diambil guna memangkas titik kemacetan kronis sekaligus mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama Sidoarjo–Surabaya hingga 30 tahun ke depan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Kesepakatan ROW Pembangunan Flyover Gedangan yang berlangsung di Ops Room Kabupaten Sidoarjo. Pertemuan ini turut menghadirkan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Opsi 6 Lajur Demi Investasi Jangka Panjang
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa perencanaan infrastruktur berskala nasional harus memperhitungkan pertumbuhan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, opsi pembangunan empat lajur dinilai kurang efektif karena diprediksi akan mengalami titik jenuh lalu lintas hanya dalam waktu 15 tahun.

“Kalau kita menggunakan enam lajur, harapannya titik jenuh bisa teratasi sampai 30 tahun ke depan. Karena ini termasuk proyek nasional, harus dipertimbangkan untuk jangka panjangnya. Program nasional ini harus kita pikirkan untuk 30 tahun ke depan. Kalau DED (Detail Engineering Design) sekarang sudah diputuskan, tinggal satu langkah lagi untuk menyelesaikannya,” ujar Bupati Subandi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Dukungan PT KAI dan Integrasi Transportasi Massal
Pihak PT KAI menyambut positif rencana perluasan ini. Perwakilan PT KAI, Donny, menyatakan dukungannya namun memberikan catatan penting terkait kepastian tata ruang teknis di lapangan.

“PT KAI memerlukan kepastian mengenai skema ROW enam lajur dua arah agar dapat menyesuaikan kebutuhan teknis dan ruang milik perkeretaapian,” jelas Donny.

READ  Timnas Voli Putra Indonesia U-21 Taklukkan Tunisia di Kejuaraan Dunia.

Sementara itu, aspek keselamatan dan sinergitas dengan jaringan kereta api menjadi sorotan utama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengingatkan pentingnya menyelaraskan desain flyover dengan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang tengah berjalan.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah batas ketinggian ruang milik jalan (rumija) dan ruang manfaat jalan (rumaja). Jangan sampai nantinya mengganggu arus kereta api serta akses menuju Stasiun Gedangan. Ketinggian ini harus menjadi pertimbangan dalam desain,” tegas Denny.

Ia juga menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas di sekitar emplasemen Stasiun Gedangan memegang peranan krusial tanpa merubah posisi bangunan stasiun. “Perlu ada rekayasa lalu lintas dan penanganan perlintasan. Kami tidak mungkin menggeser stasiun sebab akan mengubah geometri,” pungkasnya.

Melalui komitmen skema ROW enam lajur ini, pembangunan Flyover Gedangan diharapkan tidak hanya mampu mengurai simpul kemacetan Sidoarjo–Surabaya secara permanen, tetapi juga terintegrasi secara harmonis dengan modernisasi moda transportasi kereta api di masa depan. (NBD)