BisnisUmum

DTIIF 2026 Jadi Momentum Telkom Perluas Kolaborasi Pengembangan AI Nasional

261
×

DTIIF 2026 Jadi Momentum Telkom Perluas Kolaborasi Pengembangan AI Nasional

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dalam forum tersebut, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, memaparkan perkembangan teknologi AI, peluang penerapannya di berbagai sektor industri, serta pentingnya kolaborasi untuk membangun ekosistem AI nasional yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”, Veranita menjelaskan bahwa perkembangan AI global telah memasuki tahap implementasi nyata. Teknologi ini tidak lagi sekadar menjadi inovasi masa depan, tetapi mulai digunakan untuk mentransformasi bisnis, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan sumber nilai baru bagi perusahaan.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita.

Menurutnya, pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, menghasilkan keputusan yang lebih akurat berbasis data, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Meski demikian, penerapan AI membutuhkan kesiapan berbagai aspek pendukung. Selain teknologi, pengembangan ekosistem AI memerlukan infrastruktur digital yang memadai, ketersediaan data, pengembangan talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

Telkom memandang pengembangan AI sebagai sebuah ekosistem teknologi atau AI stack yang terdiri atas sejumlah lapisan terintegrasi. Fondasi tersebut dimulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, dilanjutkan dengan layanan cloud dan kemampuan komputasi (compute power), pengembangan model AI dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor dan fungsi bisnis.

READ  93 Persen Kelistrikan Aceh Pulih Pascabanjir, 1,7 Juta Warga Nikmati Listrik Kembali

Integrasi setiap lapisan teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan operasional, sekaligus mendukung transformasi bisnis secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia,” tambah Veranita.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Telkom Solution menghadirkan kapabilitas digital yang mencakup AI, data, cloud, dan infrastruktur digital. Integrasi berbagai layanan ini ditujukan untuk menghadirkan solusi yang adaptif bagi pelanggan serta membantu pelaku industri merespons perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital, TelkomGroup memiliki infrastruktur yang mencakup jaringan fiber optik, satelit, pusat data (data center), serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pemanfaatan AI sekaligus mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital sesuai kebutuhan dunia usaha.

Selain memperkuat pengembangan AI melalui Telkom Solution, TelkomGroup juga menghadirkan beragam inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026. Portofolio yang ditampilkan meliputi konektivitas, infrastruktur digital, pusat data, cloud, AI, hingga solusi yang mendukung kebutuhan bisnis dan industri.

TelkomGroup turut menghadirkan PaDi UMKM, ekosistem marketplace yang menghubungkan BUMN dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta LinkAja sebagai solusi pembayaran digital. Kehadiran berbagai layanan tersebut memperlihatkan bagaimana kapabilitas digital TelkomGroup dapat saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan transformasi digital di berbagai segmen industri.

Partisipasi dalam DTIIF 2026 juga menjadi kesempatan bagi Telkom untuk memperluas kolaborasi dengan pelaku industri, mitra strategis, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum ini mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong pengembangan solusi digital yang relevan dengan tantangan serta peluang di Indonesia.

READ  Perubahan APBD 2025 Jatim Harus Berdampak Nyata pada Pengentasan Kemiskinan

Veranita menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam perkembangan teknologi AI global, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang membangun dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan nasional.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus memperkuat kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital, membuka peluang pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan daya saing nasional di tengah perkembangan teknologi global.

“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita. (ILT)