BisnisUmum

1. TelkomGroup Perkuat Infrastruktur, AI, dan Keamanan Siber untuk Masa Depan Digital Indonesia

325
×

1. TelkomGroup Perkuat Infrastruktur, AI, dan Keamanan Siber untuk Masa Depan Digital Indonesia

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company di TelkomGroup terus memperkuat infrastruktur digital nasional untuk mendukung agenda prioritas pemerintah dan mewujudkan kedaulatan digital Indonesia. Melalui pengembangan konektivitas, kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga keamanan siber, TelkomGroup berupaya memperluas akses digital sekaligus mendorong Indonesia menjadi pusat konektivitas digital di kawasan Indo-Pasifik.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, dalam agenda Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026). Sebagai Founding Partner, TelkomGroup mendukung penyelenggaraan BTW 2026, ajang teknologi terpadu pertama di Indonesia yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempertemukan inovasi dengan investasi serta mendorong terciptanya manfaat nyata bagi Indonesia dan kawasan.

Dalam paparannya bertajuk “Indonesia’s Next Network: Connecting Indonesia and Global, Building the Indo-Pacific Hub”, Nanang menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari luasnya jaringan atau kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus mampu memperkuat daya saing industri, menciptakan peluang ekonomi baru, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Bagi TelkomGroup, pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital Indonesia. Karena itu, kami terus menyinergikan kapabilitas konektivitas, pengembangan teknologi, serta keamanan digital untuk mendukung agenda Pemerintah dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global,” ujar Nanang.

TelkomGroup Andalkan Tiga Pilar Transformasi Digital

Untuk mempercepat pembangunan digital nasional, TelkomGroup mengembangkan tiga pilar utama, yakni Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience. Ketiganya menjadi fondasi untuk memperluas konektivitas, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta memperkuat keamanan dan ketahanan ekosistem digital Indonesia.

READ  Mega Halal Expo Bangkok 2026 Jadi Pintu Ekspor Produk Halal Surabaya

Pada pilar Sovereign Digital Infrastructure, TelkomGroup menyinergikan berbagai infrastruktur untuk memperkuat konektivitas domestik. Pengembangan tersebut mencakup jaringan serat optik, satelit, pusat data, interkoneksi antarpusat data, menara telekomunikasi, jaringan base transceiver station (BTS), hingga internet gateway.

Optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga menjadi bagian dari strategi untuk menjembatani kesenjangan digital. Melalui langkah ini, TelkomGroup berupaya menghadirkan konektivitas yang lebih inklusif dari Sabang hingga Merauke.

Saat ini, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, serta dua community gateway di kawasan Indonesia Timur. Infrastruktur tersebut didukung 30 pusat data dengan lebih dari 500 kilometer jaringan interkoneksi antarfasilitas.

Selain itu, TelkomGroup memiliki lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS untuk mendukung layanan konektivitas di berbagai wilayah. Ke depan, perusahaan merencanakan pembangunan dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya untuk melengkapi fasilitas yang telah tersedia di Batam dan Manado.

Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas jaringan, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Kembangkan Ekosistem AI untuk Industri dan UMKM

Pilar kedua, Sovereign Intelligence & Impact, berfokus pada pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau AI secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, mempercepat inovasi lokal, serta memperluas manfaat ekonomi digital hingga ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui pengembangan kapabilitas AI nasional, TelkomGroup juga berupaya membuka peluang bisnis baru melalui layanan digital bernilai tambah dan teknologi komputasi berperforma tinggi.

Salah satu implementasinya terlihat melalui inovasi Telkomsel yang mengembangkan solusi AI buatan anak bangsa untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

READ  17,5 Juta Akun Instagram Terancam Usai Dugaan Kebocoran Data

Dalam Bali Tech Week 2026, Telkomsel menampilkan sembilan solusi berbasis AI. Di antaranya adalah Adelia, yang berfungsi sebagai mesin pencari sekaligus asisten digital, serta AUREL, yang membantu pengguna mengakses informasi dan ringkasan bisnis melalui interaksi percakapan.

Selain kedua solusi tersebut, Telkomsel turut memperkenalkan berbagai inovasi AI untuk mendukung keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

Perkuat Keamanan Siber dan Ketahanan Digital

Sementara itu, pilar Sovereign Trust & Resilience menitikberatkan pada penguatan kepercayaan, keamanan, dan ketahanan layanan digital. Melalui pilar ini, TelkomGroup memperkuat perannya sebagai mitra digital bagi sektor korporasi maupun pemerintahan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelindungan data pribadi, ketahanan siber, serta penerapan standar global di industri telekomunikasi dan teknologi.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, TelkomGroup mengembangkan berbagai solusi keamanan dan konektivitas perusahaan, di antaranya Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN), Secure Access Service Edge (SASE), Post-Quantum Cryptography, serta Security Operations Center (SOC) as a Service.

Berbagai kapabilitas tersebut ditujukan untuk mendukung keamanan, keandalan, dan keberlangsungan layanan digital di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi digital.

Ketiga pilar TelkomGroup itu sejalan dengan agenda transformasi digital Komdigi melalui prinsip T3, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Prinsip tersebut mencakup perluasan konektivitas inklusif, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi, serta penguatan keamanan digital.

Strategi TelkomGroup juga mendukung agenda pemerintah melalui pendekatan 6C, yang meliputi Connectivity, Competence, Capital, Catalysis/Collaboration, Commerce, dan Compliance.

Transformasi TLKM 30 Dorong Daya Saing Perusahaan

Keselarasan strategi tersebut turut tercermin dalam agenda transformasi TLKM 30 melalui inisiatif Operational & Service Excellence, Unlock Value, dan Modus-Operandi Shift.

Implementasinya mencakup peningkatan keunggulan operasional dan kualitas layanan, pembaruan cara kerja agar lebih efektif dan adaptif, optimalisasi nilai aset, serta pengembangan platform digital yang terintegrasi.

READ  Kanwil DJP Jatim II Amankan Penerimaan Negara Rp140,88 Miliar hingga September 2026

Transformasi tersebut juga didukung penguatan kompetensi talenta, inovasi, kemitraan strategis, dan tata kelola yang adaptif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Di tingkat internasional, TelkomGroup turut memperkuat konektivitas global melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), yang berperan sebagai business arm internasional perusahaan.

Melalui Telin, TelkomGroup mengembangkan jaringan yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia sekaligus melakukan diversifikasi rute konektivitas. Strategi tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada jalur tertentu, meningkatkan ketahanan jaringan, serta menjaga keandalan akses Indonesia ke ekosistem digital global.

Dengan posisi geografis yang strategis dan infrastruktur yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi simpul konektivitas digital regional maupun global. Jaringan internasional yang lebih beragam dan tangguh juga berpotensi memperkuat peran Indonesia dalam menghubungkan arus data antara Asia dan berbagai kawasan dunia.

Nanang menegaskan, pembangunan infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan penguatan kemampuan nasional dalam mengelola dan mengembangkan ekosistem digital secara mandiri.

“Pembangunan infrastruktur dan kapabilitas digital bukan hanya tentang menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga memperkuat kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri. Melalui konektivitas global yang lebih beragam dan tangguh, serta kolaborasi dengan Pemerintah dan seluruh ekosistem industri, TelkomGroup ingin berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan menempatkan Indonesia sebagai Indo-Pacific Digital Hub,” tutup Nanang.

Melalui penguatan infrastruktur, pengembangan AI, peningkatan keamanan siber, dan perluasan jaringan internasional, TelkomGroup menargetkan terciptanya ekosistem digital yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Indonesia memperkuat kemandirian digital dan meningkatkan peran dalam ekonomi digital global. (KNT)