NEWSKOTA.COM – Perwakilan RSUD Eka Candrarini melakukan kunjungan resmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (09/09/2025). Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya bagi RSUD milik Pemerintah Kota Surabaya ke asosiasi wartawan, dalam upaya mempererat hubungan serta memperdalam pemahaman terkait dunia jurnalistik.
Dihadiri oleh empat orang perwakilan, termasuk staf humas RSUD Eka Candrarini, Cindy P.L, kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperluas wawasan mengenai pemberitaan dan peran organisasi kewartawanan dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
“Bagian humas kami masih baru dan masih ‘hijau’ dalam mengenal organisasi pers. Kami memandang PWI sebagai organisasi pers besar dan relevan untuk memperluas khazanah pengetahuan kami,” ujar Cindy.
Cindy menambahkan, sebagai rumah sakit yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya dan baru diresmikan pada Desember 2024, RSUD Eka Candrarini memiliki komitmen untuk membuka ruang diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media.
Ia juga menegaskan pentingnya peran pers dalam mendukung transparansi dan layanan publik, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu, Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menyambut baik kedatangan tim RSUD Eka Candrarini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pers dan BUMD perlu dibangun secara berkelanjutan agar keterbukaan informasi kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Di Indonesia ini, asosiasi pers resmi di bawah Dewan Pers terbagi menjadi dua, yaitu asosiasi perusahaan pers dan asosiasi profesi wartawan. Untuk perusahaan pers ada AMSI, SMSI, dan JMSI. Sementara untuk organisasi wartawan ada PWI, AJI, PFI, dan IJTI,” jelas Lutfil, yang akrab disapa Cak Item.
Ia juga menegaskan bahwa apabila di kemudian hari terjadi sengketa pemberitaan antara RSUD dan media, hal tersebut diatur melalui mekanisme penyelesaian di Dewan Pers, bukan melalui jalur pidana.
“Kami terbuka untuk membantu RSUD Eka Candrarini, termasuk mengomunikasikan persoalan ke Dewan Pers jika sewaktu-waktu diperlukan. Dunia pers punya mekanisme sendiri dalam menyelesaikan sengketa,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan strategis antara RSUD Eka Candrarini dan insan pers di Jawa Timur, demi mendukung layanan publik yang transparan dan akuntabel di Kota Surabaya. (XQJ)




