BisnisUmum

Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura 10 Persen

283
×

Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura 10 Persen

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – etrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program kolaboratif bertajuk “Pestani Melon Pantura”, perusahaan berhasil meningkatkan produktivitas petani melon di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur rata-rata sebesar 10 persen.

Keberhasilan ini dirayakan dalam acara “Panen Raya & Apresiasi Pestani Melon Pantura” yang berlangsung di Kabupaten Tuban, Selasa (7/4/2026). Selain produktivitas, program yang diikuti oleh 210 petani ini juga mencatatkan kenaikan pendapatan rata-rata petani sebesar 15 persen dalam satu siklus budidaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Inovasi Pupuk Jadi Kunci Keberhasilan
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (Adit), menjelaskan bahwa program ini merupakan stimulus bagi petani untuk menerapkan disiplin budidaya dengan dukungan sarana produksi yang berkualitas.

“Inovasi, disiplin budidaya, dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menghasilkan melon dengan ukuran besar dan rasa manis yang optimal. Keberhasilan pertanian adalah fondasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adit.

Dalam program ini, peserta menggunakan paket sarana produksi dari Petrokimia Gresik, seperti:

Pupuk: Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, dan ZA Plus.

Hayati: Petro Biofertil.

Hasilnya nyata, produktivitas melon di wilayah Pantura (Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Gresik) meningkat dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare, dengan pendapatan rata-rata mencapai Rp22 juta per siklus.

Kompetisi Budidaya: Mencari Melon 5,4 Kilogram
Uniknya, Pestani Melon Pantura juga merupakan ajang kompetisi. Penilaian meliputi tiga aspek utama: berat buah, tingkat kemanisan (brix), dan dokumentasi budidaya.

Menjelang HUT ke-54 Petrokimia Gresik pada 10 Juli 2026 mendatang, para peserta ditantang untuk menghasilkan buah dengan bobot mendekati 5,4 kilogram, angka yang identik dengan usia perusahaan. Sebagai bentuk syukur, Petrokimia Gresik juga membagikan 540 kilogram melon hasil panen peserta kepada masyarakat sekitar.

READ  Kunjungi Panen Raya, Presiden Prabowo Cicipi Hasil Pertanian Petani

Suhartoyo, Juara 1 Pestani Melon Pantura sekaligus Kepala Desa Klotok, Tuban, mengakui bahwa produk Petrokimia Gresik menjadi solusi di tengah cuaca ekstrem.
“Pertumbuhannya lebih bagus dibandingkan musim sebelumnya dengan cuaca yang sama. Pupuk dari Petrokimia Gresik mampu menjadi solusi terbaik,” ungkapnya.

Komitmen Menjadi Mitra Strategis
Program Pestani di Pantura merupakan edisi ketiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan untuk komoditas kentang di Dieng Raya dan semangka di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

“Kami ingin menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjadi mitra strategis petani. Bukan sekadar penyedia pupuk, tapi sebagai sahabat untuk tumbuh bersama,” tutup Adit.

Acara ditutup dengan kegiatan simbolis berupa panen raya, penandatanganan mural komitmen budidaya berdaya saing, hingga pawai tumpeng melon yang meriah. (XRY)