LifestyleUmum

Dari Bioskop ke Netflix, ‘Na Willa’ Hadirkan Nostalgia Surabaya 1960-an

231
×

Dari Bioskop ke Netflix, ‘Na Willa’ Hadirkan Nostalgia Surabaya 1960-an

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Film keluarga bernuansa nostalgia, ‘Na Willa’, resmi memperluas jangkauan penayangannya dengan hadir di platform streaming global Netflix mulai Kamis (6/8/2026). Film garapan sutradara Ryan Adriandhy ini mengajak penonton menyelami kehangatan masa kecil seorang anak perempuan bernama Willa yang tumbuh di Surabaya pada era 1960-an.

Diadaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo, ‘Na Willa’ menyajikan kisah sederhana namun sarat makna. Cerita berfokus pada sosok Willa, bocah berusia enam tahun yang penuh rasa ingin tahu dan memandang dunia di sekitarnya lewat imajinasi yang lugu dan polos.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dinamika kehidupan Willa perlahan berubah ketika sahabat dekatnya mengalami kecelakaan. Di saat yang sama, teman-teman sepermainannya satu per satu mulai masuk sekolah dan meninggalkan rutinitas bermain sehari-hari. Dorongan untuk tetap bersama teman-temannya membuat Willa akhirnya melangkah ke dunia sekolah—sebuah lingkungan baru yang penuh aturan, batasan, serta pelajaran hidup yang tak pernah ia temui sebelumnya.

Sosok Na Willa diperankan secara apik oleh aktris cilik Luisa Adreena. Ia beradu akting dengan Irma Rihi yang berperan sebagai Mak dan Junior Liem sebagai Pak. Jajaran pemeran cilik lainnya turut menyemarakkan cerita, di antaranya Freya Mikhayla sebagai Farida, Azamy Syauqi sebagai Dul, serta Arsenio Ibrahim sebagai Bud.

Sutradara Ryan Adriandhy juga bertindak sebagai penulis skenario bersama sang pengarang asli novel, Reda Gaudiamo. Diproduksi di bawah bendera Visinema dengan produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, film berdurasi 118 menit ini sebelumnya telah tayang di bioskop tanah air pada Maret 2026 dan mengantongi klasifikasi Semua Umur (SU) dari Lembaga Sensor Film Indonesia.

Tak sekadar menyajikan keceriaan anak-anak, ‘Na Willa’ memotret proses berharga seorang anak dalam memahami fase pertumbuhan dan perubahan dalam hidup. Kehadiran film ini di Netflix diharapkan dapat memberikan ruang nostalgia hangat, humor yang menyentuh, serta refleksi kekeluargaan bagi para penonton di mana pun berada. (TOB)

READ  Dari Putus Sekolah ke Lulus SMA, Kisah Tiga Siswa Banyuwangi