NEWSKOTA.COM – Pionir Online Travel Agent (OTA) di Indonesia, tiket.com, bekerja sama dengan Lokadata resmi meluncurkan laporan bertajuk “tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel”. Didukung oleh Kementerian Pariwisata RI, laporan ini mengungkap pergeseran besar dalam perilaku wisatawan Indonesia yang kini memasuki fase kalibrasi ulang (recalibration).
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, menyambut positif inisiatif ini sebagai panduan strategis bagi industri. “Pariwisata Indonesia perlu terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam peluncuran tersebut.
Perjalanan yang Lebih Bermakna dan Personal
Data menunjukkan bahwa bepergian kini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan upaya memperkuat koneksi emosional. Beberapa poin utama dalam laporan tersebut meliputi:
1. Tujuan Wisata: Sebanyak 76% masyarakat bepergian untuk liburan dan rekreasi.
2. Lingkaran Terdekat: Wisata keluarga tetap menjadi pusat orientasi utama karena dianggap lebih aman, nyaman, dan fleksibel.
3. Durasi Perjalanan: Tren short trip (1–3 hari) mendominasi dengan angka hampir 70%, terutama memanfaatkan long weekend dan libur nasional.
Destinasi Favorit dan Munculnya Permata Baru
Bali, Yogyakarta, dan Bandung tetap menjadi primadona domestik, sementara Jepang dan Korea Selatan memimpin pasar internasional. Namun, mulai muncul minat tinggi pada emerging destinations seperti Wakatobi, Manado, Pangandaran, hingga Sorong.
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kemenpar RI, Firnandi Gufron, menambahkan bahwa wisata kuliner kini menjadi motivasi utama bagi 42,8% wisatawan nusantara, diikuti oleh wisata belanja dan wisata alam.
Pengaruh Digital dan Kesadaran Berkelanjutan
Laporan ini juga menyoroti betapa kuatnya pengaruh teknologi dalam perencanaan liburan:
1. Inspirasi Digital: 89% responden mencari ide perjalanan melalui media sosial, khususnya TikTok dan Instagram.
2. Pemesanan Cerdas: Tiket transportasi cenderung dipesan jauh hari (untuk harga murah), sementara akomodasi dipesan mendekati hari H (last minute).
3. Wisata Hijau: Kesadaran lingkungan meningkat, di mana 67% responden pernah menginap di akomodasi ramah lingkungan dan mayoritas besar ingin mencobanya kembali.
Menuju Outlook 2026 yang Tangguh
Chief Strategy Officer tiket.com, Tifanny Tjiptoning, menyatakan bahwa tiket.com akan terus menjadi mitra yang customer-centric dengan menyediakan produk perjalanan yang modular dan terintegrasi.
Senada dengan itu, Suwandi Ahmad selaku CDO Lokadata menyimpulkan bahwa pasar saat ini sangat momentum-driven. Wisatawan lebih selektif dalam pengeluaran dan sangat bergantung pada momen promo seperti Online Tiket Week (OTW) dan BCA tiket.com Travel Fair.
Dengan pola yang semakin stabil dan terdefinisi, pariwisata nasional optimis dapat tumbuh semakin berdaya saing menuju tahun 2026. (COQ)




