Umum

Idulfitri 1447 H Berpotensi Berbeda, Tokoh Agama Jatim Kompak Serukan Kerukunan

320
×

Idulfitri 1447 H Berpotensi Berbeda, Tokoh Agama Jatim Kompak Serukan Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M.

NEWSKOTA.COM – Pemerintah melalui Sidang Isbat resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini berbeda dengan warga Muhammadiyah yang sebelumnya telah menetapkan Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Menanggapi perbedaan tersebut, para tokoh agama di Jawa Timur mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah dan harmoni.

Muhammadiyah Jatim Siapkan 1.854 Titik Salat Id
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya adalah hal yang wajar dalam ranah ijtihad fikih. Ia meminta warga Muhammadiyah untuk tetap rendah hati dan menghormati sesama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Kami mengimbau seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum untuk tetap menjaga kerukunan, saling menghormati, dan tidak memicu perdebatan yang tidak perlu di media sosial maupun di lingkungan fisik,” ujar Sukadiono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2026).

Untuk melayani jamaah yang merayakan Idulfitri pada hari Jumat, PWM Jatim telah menyiapkan infrastruktur yang masif:

Total Lokasi: 1.854 titik pelaksanaan Salat Id di seluruh Jawa Timur.

Kesiapan Panitia: Seluruh jajaran dipastikan siap melayani jamaah dengan instruksi menjaga ketertiban, kekhidmatan, dan kebersihan lokasi.

Kemenag Jatim: Perbedaan Adalah Keniscayaan
Senada dengan Sukadiono, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, juga menekankan bahwa perbedaan ini tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, hal ini harus menjadi cerminan kedewasaan beragama.

“Perbedaan adalah keniscayaan. Justru hal tersebut harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan,” tutur Bahtiar.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan semangat kebersamaan. Menurutnya, esensi Idulfitri adalah kembali ke fitrah dan memperkuat silaturahmi, terlepas dari kapan waktu pelaksanaannya.

READ  Real Madrid Bangkit, Tekuk Levante 2-0 di La Liga

Fokus pada Esensi Kemenangan
Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa yang terpenting adalah menjaga suasana yang rukun dan damai. Umat Islam diharapkan tidak terjebak pada perbedaan teknis penanggalan, melainkan fokus pada kualitas ibadah dan kegembiraan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. (MFX)