Umum

Mufti Anam Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong Hadapi Tantangan Ekonomi

399
×

Mufti Anam Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong Hadapi Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong sebagai modal sosial untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial di tengah dinamika nasional maupun global.

Pesan tersebut disampaikan Mufti saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, pada 24 Agustus 2026. Kegiatan itu diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai kalangan santri, komunitas perempuan, penggerak kampung, hingga tokoh kultural dari sejumlah desa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Mufti, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kuat melalui Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menjelaskan, penguatan konsep Empat Pilar Kebangsaan pernah dikonsolidasikan oleh almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014.

“Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Mufti.

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Menurutnya, tantangan seperti perubahan geopolitik dunia, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi membutuhkan masyarakat yang memiliki ketahanan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Mufti secara khusus menyoroti Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman kehidupan bangsa. Ia menjelaskan bahwa Pancasila digali Bung Karno dari nilai budaya dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia, kemudian pertama kali disampaikan dalam pidato pada 1 Juni 1945.

“Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Mufti menilai pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

READ  BPBD Pasuruan Pasok Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan

Salah satunya dengan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan menghidupkan kembali semangat saling membantu, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.

“Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” tuturnya.

Selain memperkuat solidaritas sosial, Mufti juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan. Justru keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.

“Kalau kita bertengkar karena beda agama atau suku, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” tegasnya.

Mufti berharap penerapan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan membangun kepedulian, kerukunan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat, Indonesia dinilai akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. (HLN)