NEWSKOTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk membangun moda transportasi trem listrik yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu, Kabupaten Badung. Proyek perkeretaapian sepanjang 12 kilometer (km) ini ditargetkan mulai dibangun (groundbreaking) pada Maret 2027 dan beroperasi penuh pada 2029.
Rencana strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Bali dan KAI yang berlangsung di Gedung Kertasabha, Denpasar.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah krusial untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Bali Selatan yang kian meningkat. Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap, di mana fase pertama ditargetkan beroperasi pada 2028 sebelum seluruh trase menuju Canggu tersambung sepenuhnya pada 2029.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemprov Bali untuk menghadirkan solusi transportasi massa tanpa merusak kearifan lokal.
“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata, dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Koster.
Alasan Memilih Trem Listrik Bertenaga Baterai
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pemilihan moda trem listrik dinilai paling sesuai ketimbang Mass Rapid Transit (MRT) maupun Light Rail Transit (LRT). Desain trem yang fleksibel, rendah kebisingan, serta berukuran lebih ramping dibandingkan bus menjadi pertimbangan utama agar berintegrasi mulus dengan jaringan jalan yang ada.
Selain itu, trem yang akan digunakan memanfaatkan teknologi baterai, sehingga tidak membutuhkan bentangan kabel listrik gantung di sepanjang jalur yang dapat merusak estetika visual Bali.
“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).
Secara teknis, jalur sepanjang 12 km tersebut akan dirancang dengan konfigurasi dua jalur serta dilengkapi area persilangan. Lebar trase diperkirakan hanya sekitar 3 meter dengan dimensi rangkaian trem sedikit di atas 2 meter.
Jadi Moda Transportasi Sekaligus Daya Tarik Wisata Baru
Pemprov Bali menegaskan bahwa proses pengerjaan proyek maupun pengoperasiannya kelak tidak boleh mengganggu iklim pariwisata dan permukiman warga di sepanjang koridor Bandara–Canggu. Koster menginstruksikan agar desain trase memperhitungkan keberadaan hotel, tempat wisata, hingga pusat kegiatan ekonomi warga lokal.
“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” pungkas Koster.
Hadirnya trem listrik ini diharapkan mampu memangkas kemacetan secara signifikan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan pesisir Badung. Keberhasilan proyek ini nantinya bakal sangat bergantung pada integrasi antarmoda transportasi serta penataan kawasan di sepanjang jalur operasional. (CNI)




