NEWSKOTA.COM – Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke Surabaya setelah penerbangan dari Lampung dibatalkan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Skuad Bajul Ijo sebelumnya dijadwalkan terbang dari Lampung menuju Surabaya pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.50 WIB. Namun, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu dini hari berdampak terhadap operasional penerbangan sehingga rencana kepulangan tim harus berubah.
Persebaya akhirnya memilih perjalanan multimoda dengan memadukan jalur darat dan laut. Rombongan bertolak dari hotel di Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni menggunakan jalur darat pada pukul 07.00 WIB.
Dari Pelabuhan Bakauheni, rombongan menyeberang menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Merak, Banten. Setelah tiba di Merak, perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalur darat.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengatakan keputusan menggunakan jalur darat dan laut diambil karena penerbangan tidak memungkinkan dilakukan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Tim Persebaya harus kembali dari Lampung menggunakan jalur darat dan laut. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta ditutup. Bertolak dari hotel pagi ini pukul 07.00 WIB, tim Persebaya menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Merak. Sesampainya di Merak tim akan langsung bertolak menuju Surabaya kembali menggunakan jalur darat,” jelas Jonathan atau yang akrab disapa Vino kepada media.
Setelah tiba di Pelabuhan Merak, rombongan Persebaya dijadwalkan melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Jakarta. Dari ibu kota, tim kemudian akan meneruskan perjalanan menuju Surabaya menggunakan kereta api.
Perjalanan tersebut membuat waktu tempuh kepulangan skuad Persebaya menjadi lebih panjang dibandingkan rencana awal menggunakan pesawat.
Bagi gelandang Persebaya, Francisco Rivera, perjalanan kali ini juga menjadi pengalaman baru. Pemain asal Meksiko tersebut untuk pertama kalinya menggunakan kapal dalam perjalanan di Indonesia.
Rivera mengatakan situasi tersebut menjadi pengalaman berbeda baginya. Meski harus menjalani perjalanan lebih panjang, ia berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berlangsung lancar sehingga tim segera tiba di Surabaya.
“Ya, ini merupakan pengalaman baru bagi saya melakukan perjalanan seperti ini menuju Surabaya. Kami memahami bahwa para penggemar juga memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan dukungan kepada kami. Ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan menggunakan kapal di Indonesia. Setelah sebelumnya menggunakan bus, kami berharap semuanya berjalan dengan baik dan kami bisa segera tiba di Surabaya,” ujar Rivera.
Persebaya sebelumnya baru menyelesaikan pertandingan tandang menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026) sore.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya harus puas bermain imbang 1-1. Setelah laga, skuad Bajul Ijo semula dijadwalkan langsung kembali ke Surabaya melalui jalur udara.
Namun, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mengubah rencana tersebut. Persebaya pun harus menempuh perjalanan darat, laut, dan kembali darat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju Surabaya.
Meski perjalanan lebih panjang dan melelahkan, skuad Persebaya tetap menjalani perjalanan dengan harapan dapat segera kembali ke Surabaya untuk melanjutkan persiapan menghadapi agenda pertandingan berikutnya. (WKT)




