Umum

Mufti Anam Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan di Tengah Perubahan Global

335
×

Mufti Anam Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan di Tengah Perubahan Global

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan situasi nasional maupun global. Pesan tersebut disampaikan dalam agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kota Pasuruan pada 11 September 2026 dan diikuti oleh sejumlah unsur masyarakat.

Mufti mengatakan, perkembangan dunia saat ini membawa tantangan yang semakin beragam. Pergeseran kondisi geopolitik, persoalan ketersediaan pangan, serta situasi perekonomian yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat menjadi sejumlah hal yang harus mendapat perhatian bersama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurutnya, perubahan tersebut perlu diimbangi dengan fondasi kebangsaan yang kokoh. Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI dinilai tidak sekadar menjadi konsep kenegaraan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Dia menilai penguatan nilai-nilai tersebut dapat membantu masyarakat mempertahankan rasa persatuan ketika menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Semangat kebersamaan, kata dia, juga dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan maupun tekanan yang muncul akibat perubahan kondisi sosial dan ekonomi.

Mufti menjelaskan, gagasan Empat Pilar Kebangsaan mulai mendapat perhatian luas pada masa Taufiq Kiemas menjadi Ketua MPR RI periode 2009–2014. Empat unsur yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam paparannya, Mufti menempatkan Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan mengenai dasar negara tersebut berkaitan erat dengan pemikiran Soekarno yang disampaikan dalam pidato pada 1 Juni 1945, dengan menggali nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat dan kebudayaan Nusantara.

Di luar pemahaman secara teoritis, Mufti mendorong agar nilai kebangsaan diwujudkan melalui tindakan konkret. Salah satunya dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.

READ  Mufti Anam Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong Hadapi Tantangan Ekonomi

Menurut dia, kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperhatikan keadaan warga di sekitar tempat tinggal. Sikap saling membantu tersebut menjadi semakin penting ketika sebagian masyarakat harus menghadapi beban ekonomi yang meningkat.

Mufti juga mengingatkan pentingnya merawat hubungan harmonis di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Perbedaan agama, suku, budaya, maupun kondisi sosial, menurutnya, tidak semestinya menjadi sumber pertentangan, melainkan menjadi bagian dari kekayaan yang memperkuat identitas Indonesia.

Ia berharap masyarakat dapat terus membangun sikap toleran dan menghargai satu sama lain. Dengan kehidupan sosial yang rukun, persatuan nasional akan lebih terjaga dan proses pembangunan dapat berlangsung dengan lebih baik.

“Keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan bangsa. Dengan menjaga persatuan, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai,” ujar Mufti. (RTE)