NEWSKOTA.COM, LAMONGAN – PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka malagizi anak sekolah melalui pelaksanaan program Pelatihan JAPFA for Kids 2026 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Memasuki pertengahan tahun ini, program investasi sosial tersebut menyasar sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Lamongan, di antaranya SDN Kemantren, SDN Sidokelar, SDN Tlogosadang, MIS Tarbiyatus Shibyan, MIS Muhammadiyah 10 Tlogosadang, MIS Muhammadiyah 07 Sidokelar, MIS Mambaul Maarif, dan MIS Muawanah.
Melalui intervensi gizi terintegrasi ini, JAPFA berupaya mengoptimalkan tumbuh kembang generasi muda lokal dengan memanfaatkan kombinasi edukasi kesehatan dan pemenuhan protein hewani yang teratur secara berkelanjutan.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan bahwa program ini mengedepankan pendekatan yang terukur demi menjamin efektivitas dampak di setiap wilayah sasaran.
Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA.
“Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten,” ujarnya.
Efektivitas program ini didukung oleh basis data yang kuat dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya di tingkat nasional. Hingga akhir tahun 2025, JAPFA for Kids tercatat telah berhasil menjangkau sebanyak 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah yang tersebar di 105 kabupaten/kota pada 28 provinsi di Indonesia. Dampak nyata terhadap perbaikan status kesehatan juga terlihat signifikan dari tahun ke tahun.
Pada data evaluasi tahun 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil didorong naik hingga mencapai status gizi baik atau setara dengan 51,5 persen. Tren positif ini terus mengalami peningkatan pada tahun 2025, di mana sebanyak 646 dari 1.034 siswa sasaran berhasil memperbaiki status kesehatannya menjadi gizi baik dengan persentase keberhasilan mencapai 62,5 persen.
Kehadiran program intervensi gizi ini disambut dengan antusiasme tinggi sekaligus rasa haru oleh pihak sekolah di Lamongan, khususnya yang berada di kawasan pesisir dengan karakteristik pemenuhan gizi yang spesifik.
Kepala Sekolah SD Kemantren, Musri, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan intensif yang diberikan, mengingat pengukuran berkala dan berat badan anak sempat memicu kekhawatiran akibat grafik pertumbuhan siswa yang bervariasi.
Menurutnya, meskipun wilayah sekolah dekat dengan laut yang kaya akan komoditas ikan sebagai sumber protein alami, pendampingan terstruktur seperti pemberian variasi protein harian sangat dibutuhkan guna memastikan konsistensi asupan gizi harian anak didik.
“Alhamdulillah, kondisi kesehatan anak-anak sekarang sangat baik. Karena kita dekat laut, otomatis kebutuhan protein dari ikan memang lebih tercukupi, tetapi intervensi protein tambahan seperti tahu, ayam, dan telur ini sangat membantu meningkatkan gizi mereka,”ujarnya.
Kami dari pihak sekolah sangat berharap pendampingan bersama tim JAPFA ini terus meningkatkan protein anak secara konsisten. Kami selalu mengedukasi para guru untuk tidak memposisikan diri sebagai oposisi, melainkan fokus bekerja sama demi kebaikan anak-anak agar mereka bisa maju.
Manfaat langsung dari program harian ini juga dirasakan langsung oleh para siswa di ruang kelas. Iqbal Azka AlAzkya, siswa kelas VI SD Kemantren, menyampaikan kesannya dengan raut wajah gembira setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dan edukasi gizi dari tim JAPFA.
Menurut Iqbal, kehadiran program ini membuat suasana belajar di sekolah menjadi jauh lebih menyenangkan dan memberikannya pemahaman baru mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sehat setiap hari.
“Sangat senang sekali karena bisa makan telur terus. Sekarang saya jadi tahu kalau makan telur dan protein itu penting biar badan kita kuat dan tidak mudah sakit,” ungkap Iqbal dengan ceria.
Melalui sinergi kuat antara komitmen korporasi JAPFA, adaptasi teknologi digital monitoring, serta respons kooperatif dari jajaran tenaga pendidik di Lamongan, Pelatihan JAPFA for Kids 2026 diharapkan mampu mencetak standar baru dalam penanganan stunting dan malgizi di wilayah Jawa Timur. (Kar)




