PemerintahanUmum

PLTS 100 GWp Dikembangkan di Indonesia, dari Gilimanuk hingga Pulau Terpencil

207
×

PLTS 100 GWp Dikembangkan di Indonesia, dari Gilimanuk hingga Pulau Terpencil

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyapa pengurus PLTS dari berbagai daerah yang terhubung melalui video telekonferensi saat peresmian program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026 (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

NEWSKOTA.COM – Program pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp terus dilakukan melalui berbagai proyek di sejumlah wilayah Indonesia. Pengembangan tersebut menggunakan model pembangkit yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi serta kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya memanfaatkan lahan terbuka, proyek PLTS juga dikembangkan dengan memanfaatkan permukaan waduk hingga menjangkau wilayah kepulauan terpencil.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Mengutip rilis resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah proyek menjadi bagian dari pengembangan PLTS 100 GWp di Indonesia.

1. PLTS dan BESS Gilimanuk

Salah satu proyek utama yang diluncurkan di Bali berada di kawasan Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Proyek tersebut menjadi bagian dari program Fat Burning Bali. PLTS Gilimanuk memiliki kapasitas mencapai 198 MWp, sementara sistem penyimpanan energinya atau Battery Energy Storage System (BESS) memiliki kapasitas 666 MWh.

Proyek tersebut memanfaatkan lahan sekitar 211 hektare dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

2. PLTS Terapung Gajah Mungkur

Berbeda dengan PLTS Gilimanuk yang memanfaatkan lahan darat, PLTS Terapung Gajah Mungkur dikembangkan dengan memanfaatkan permukaan waduk.

Proyek yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut memiliki kapasitas 134,2 MWp.

Pemanfaatan badan air menjadi salah satu model pengembangan energi surya yang memungkinkan pembangunan pembangkit tanpa harus menggunakan lahan daratan dalam jumlah besar.

PLTS Terapung Gajah Mungkur juga menjadi salah satu lokasi yang terhubung secara daring dalam peluncuran program pengembangan PLTS tersebut.

3. PLTS Desa Sembur

Pengembangan energi surya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau, yang memiliki kapasitas 0,92 MWp.

Proyek ini menggunakan konsep Productive Use of Energy, yaitu pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.

READ  Pemerintah Tegaskan Pengaturan Impor BBM untuk Jaga Stabilitas Perdagangan Nasional

Listrik yang dihasilkan antara lain diarahkan untuk mendukung fasilitas cold storage, ice maker, hingga kapal listrik nelayan.

4. PLTS Pulau Rengit

Program PLTS juga menyasar wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Salah satunya melalui PLTS Pulau Rengit yang memiliki kapasitas 0,078 MWp.

Pembangkit tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik sebanyak 44 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa.

Proyek PLTS Pulau Rengit menjadi salah satu contoh pemanfaatan energi surya untuk mendukung elektrifikasi masyarakat di wilayah kepulauan.

5. Sejumlah Proyek Siap Tender

Selain proyek yang telah memasuki tahap konstruksi maupun groundbreaking, pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek PLTS untuk ditenderkan.

Total kapasitas proyek yang siap memasuki tahap tender mencapai 4.548,92 MWp.

Sejumlah proyek tersebut meliputi:

PLTS Terapung Jatiluhur: 1.688 MWp

PLTS Terapung Cirata: 1.250 MWp

PLTS Terapung Jatigede: 636 MWp

PLTS dan BESS Klaster Madura: 605 MWp

PLTS Bali: 300 MWp

PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta: 69 MWp

Sementara itu, sejumlah proyek lainnya telah memasuki tahap konstruksi maupun groundbreaking.

Beberapa di antaranya yakni PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134,2 MWp, serta PLTS Terapung Karangkates 133 MWp.

PLTS Terapung Karangkates tercatat telah mencapai progres konstruksi sebesar 56,54 persen. Kemudian PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MWp memiliki progres 44,4 persen, sedangkan PLTS Tembesi berkapasitas 46 MWp telah mencapai progres 65 persen.

Dikembangkan Sesuai Potensi Wilayah

Beragam proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan program PLTS 100 GWp dirancang dalam berbagai skala dan model.

Pembangkit energi surya tidak hanya diarahkan untuk membangun pembangkit berskala besar, tetapi juga memanfaatkan permukaan waduk, mendukung pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM), hingga memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah kepulauan.

READ  Pemerintah Targetkan Listrik Merata ke 5.758 Desa Terpencil

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan PLTS 100 GWp diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menyesuaikan penyediaan listrik dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. (ZIB)