Umum

Proyek Pasar Taman Sidoarjo Molor, Mimik Idayana Ancam Putus Kontrak Kontraktor

367
×

Proyek Pasar Taman Sidoarjo Molor, Mimik Idayana Ancam Putus Kontrak Kontraktor

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyoroti keterlambatan sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

NEWSKOTA.COM – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyoroti keterlambatan sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Proyek yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo tersebut dinilai belum memenuhi target progres, bahkan beberapa pekerjaan disebut belum menunjukkan perkembangan.

Temuan itu diketahui Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Taman. Sedikitnya empat pekerjaan menjadi sorotan, yakni pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam inspeksi tersebut, progres pembangunan pagar tercatat baru sekitar 25 persen. Padahal, target progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 30 persen. Kondisi lebih memprihatinkan ditemukan pada dua proyek saluran air yang masih mencatat progres 0 persen.

Pekerjaan pavingisasi juga menjadi perhatian karena progresnya dinilai belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Mimik menilai kondisi tersebut harus segera dievaluasi. Menurutnya, penggunaan anggaran APBD harus diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai spesifikasi, kualitas, serta ketepatan waktu sebagaimana tercantum dalam kontrak.

“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” kata Mimik dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 12 September 2026.

Proyek Pagar Seharusnya Sudah Rampung

Mimik mengungkapkan, keterlambatan proyek semakin menjadi perhatian karena pembangunan pagar Pasar Taman seharusnya telah selesai pada Agustus 2026.

Namun, hingga dilakukan inspeksi, pekerjaan tersebut baru mencapai sekitar 25 persen. Sementara itu, dua pekerjaan saluran air bahkan belum menunjukkan progres sama sekali.

“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

READ  Banyuwangi Hadirkan Layanan Konsultasi Kesehatan Digital 24 Jam Nonstop

Selain mempertanyakan kinerja kontraktor, Mimik juga menyoroti efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Ia menyebut telah menerima informasi bahwa konsultan pengawas sudah memberikan teguran tertulis sebanyak empat kali.

Namun, teguran tersebut dinilai belum mendapat respons yang semestinya dari pihak pelaksana pekerjaan.

Mimik Ancam Putus Kontrak

Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan proyek. Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah disepakati dalam kontrak.

Mimik juga membuka kemungkinan pemberian sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak mampu memenuhi komitmen pekerjaan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemutusan kontrak.

“Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” kata Mimik.

Menurutnya, proyek yang dibiayai uang rakyat harus dikerjakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, keterlambatan maupun pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Mimik Akan Kembali Cek Proyek Pasar Taman

Mimik memastikan pengawasan terhadap proyek di kawasan Pasar Taman akan terus dilakukan. Ia bahkan menyatakan akan kembali turun langsung untuk mengecek perkembangan pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kontraktor benar-benar melakukan percepatan pekerjaan sekaligus menjaga agar hasil pembangunan tetap sesuai standar yang telah ditentukan.

“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini dituntut memastikan proyek-proyek di kawasan Pasar Taman dapat diselesaikan sesuai target. Selain mengejar waktu penyelesaian, kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi kontrak menjadi perhatian utama agar penggunaan APBD tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. (GHP)