NEWSKOTA.COM – PT Jakamitra Indonesia, anak perusahaan Japfa, resmi memperkenalkan i-Sentra @Lamongan sebagai Smart-Eco Industrial Park generasi berikutnya di Lamongan, Jawa Timur, guna mengakselerasi investasi domestik dan asing (Foreign Direct Investment, FDI) sekaligus menjadi mesin pertumbuhan nasional dalam mencapai target Produk Domestik Bruto (PDB) 8%. Kawasan strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi birokrasi melalui integrasi layanan Perizinan Terpadu (One-Stop Licensing) dan kebijakan KLIK (Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi), yang memungkinkan para pelaku industri memulai pembangunan fisik secara cepat setelah mendapatkan izin prinsip.
“i-Sentra @Lamongan bukan sekadar kawasan manufaktur, kami adalah mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur industri domestik dan daya saing global Indonesia melalui ekosistem yang berkelanjutan. Dengan menyatukan infrastruktur Smart-Eco kelas dunia dan kebijakan pro-investasi, kami menyediakan platform yang tepat bagi pertumbuhan ekonomi yang cepat, efisien, dan selaras dengan visi Indonesia Emas”, ungkap Benjamin Abednego Soenadi, Direktur Jakamitra.
Sebagai perwujudan tema “Designed for Accelerating Investment”, i-Sentra @Lamongan menawarkan lingkungan bisnis kompetitif yang mencakup berbagai insentif fiskal untuk meminimalkan beban operasional investor. Dari sisi logistik, kawasan ini diposisikan sebagai “Gerbang Baru Nusantara” karena letaknya yang berdekatan dengan pelabuhan laut dalam (deep-sea port) internasional serta rencana akses jaringan jalan tol masa depan, memastikan konektivitas distribusi yang optimal bagi pasar domestik maupun global.
Selain infrastruktur fisik, i-Sentra beroperasi dengan konsep Circular Economy Ecosystem yang memanfaatkan energi terbarukan untuk menjamin efisiensi biaya jangka panjang dan ketahanan bisnis. Investor juga mendapatkan keuntungan dari akses langsung ke kumpulan talenta yang luas, mencakup lebih dari 650.000 tenaga kerja terampil dan semi-terampil di wilayah Lamongan dan Surabaya, guna mendukung operasional manufaktur yang kompleks.
“Dalam upaya mendukung kedaulatan pangan, kawasan ini mengintegrasikan konsep “Japfa Hub” dengan Klaster Pangan khusus. Fasilitas ini dirancang untuk mendorong hilirisasi komoditas esensial secara canggih, yang tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi wilayah Jawa Timur,” tutup Benjamin. (QRU)




