BisnisUmum

BPJS Kesehatan Resmikan NADI JKN di Banyuwangi untuk Tingkatkan Keaktifan Peserta

385
×

BPJS Kesehatan Resmikan NADI JKN di Banyuwangi untuk Tingkatkan Keaktifan Peserta

Sebarkan artikel ini
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur menunjjukan PKS Progran NAdi JKN

NEWSKOTA.COM – BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) di Banyuwangi pada Selasa (4/8/2026). Program ini dihadirkan sebagai inovasi dan solusi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)—khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang berpenghasilan tidak tetap—agar status kepesertaan mereka tetap aktif melalui mekanisme menabung iuran secara bertahap.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi dan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi. Agenda tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V, Cecep Priadi Usman.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, mengungkapkan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal implementasi NADI JKN karena masih menghadapi tantangan dalam menjaga tingkat keaktifan peserta. Program ini diharapkan menjadi strategi ampuh untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi jaminan kesehatan meski memiliki pendapatan yang berfluktuasi.

“Saat ini tantangan kita bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta JKN, tetapi memastikan kepesertaan mereka tetap aktif. Melalui NADI JKN, peserta dapat menabung sesuai kemampuan dan ketika saldo mencukupi, sistem akan otomatis membayarkan iuran JKN,” ujar Puja, Selasa (4/8/2026).

Puja memaparkan, secara nasional cakupan kepesertaan JKN telah mendekati 98 persen dengan tingkat keaktifan sekitar 80 persen. Sementara di Jawa Timur, cakupan kepesertaan mencapai 97 persen dengan tingkat keaktifan 77,85 persen. Adapun di Kabupaten Banyuwangi, cakupan kepesertaan telah menyentuh angka 89 persen, namun tingkat keaktifannya masih di kisaran 53 persen.

Setor Awal Rp10 Ribu Tanpa Biaya Admin

Melalui Program NADI JKN, peserta diberikan keleluasaan untuk menyisihkan sebagian penghasilannya secara fleksibel, baik harian, mingguan, maupun kapan saja sesuai kemampuan. Ketika akumulasi saldo tabungan telah mencukupi tagihan iuran, sistem secara otomatis akan memotong saldo untuk pembayaran JKN sehingga peserta terhindar dari keterlambatan.

READ  Atasi Hambatan Ekspor AS, Ratusan Pelaku Industri Udang Gelar Shrimp Fair 2025 di Banyuwangi

Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V, Cecep Priadi Usman, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program ini melalui jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga ke pelosok daerah. menurutnya, skema ini sangat ramah bagi pekerja sektor informal.

“Masyarakat cukup membuka rekening dengan setoran awal minimal Rp10 ribu. Setelah itu peserta bebas menabung tanpa biaya administrasi bulanan. Ketika saldo mencukupi, pembayaran iuran JKN dilakukan secara otomatis,” jelas Cecep.

Guna mempermudah akses masyarakat Banyuwangi, layanan NADI JKN didukung oleh 22 kantor pos cabang pembantu serta sekitar 50 Agen Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa. Selain itu, transaksi juga dapat diakses secara digital melalui aplikasi Pospay.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, berharap NADI JKN mampu membentuk budaya baru di masyarakat dalam mengelola keuangan untuk proteksi kesehatan.

“Melalui NADI JKN kami ingin membantu masyarakat mengelola pembayaran iuran secara lebih terencana. Harapannya tidak ada lagi peserta yang kehilangan perlindungan kesehatan karena menunggak iuran,” pungkas Masrur. (ZCO)