NEWSKOTA.COM – Anak aktif identik dengan bermain, bergerak, dan berkeringat. Bagi orang tua, aktivitas tersebut bukan hanya membuat anak lebih cepat kotor, tetapi juga menimbulkan aroma khas setelah beraktivitas sehingga kebutuhan menjaga tubuh tetap bersih, segar, nyaman, dan wangi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Di berbagai daerah, orang tua memiliki istilah tersendiri untuk menggambarkan kondisi tersebut. Di Jawa Tengah, misalnya, dikenal istilah “bau matahari” untuk menggambarkan aroma tubuh atau rambut anak setelah bermain dan berkeringat di luar ruangan. Ada pula istilah “bau acem”, yakni aroma asam yang dapat muncul setelah anak berkeringat berulang kali.
Aktivitas anak yang semakin beragam, mulai dari bermain di luar rumah hingga mengikuti berbagai kegiatan dan bermain di indoor playground, membuat kebutuhan menjaga kesegaran anak semakin diperhatikan orang tua.
Kondisi tersebut turut membuat pengalaman menggunakan personal care menjadi semakin penting. Produk tidak hanya diharapkan mampu membersihkan tubuh dan rambut, tetapi juga memberikan rasa segar, nyaman, dan wangi setelah anak beraktivitas.
Riset Cimigo menyebutkan, anak usia 3–12 tahun rata-rata menggunakan dua hingga empat produk personal care dalam rutinitas bulanan.
Wangi Jadi Pertimbangan Orang Tua
Ketika memilih produk personal care untuk anak, manfaat produk bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian. Wangi juga menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam mengevaluasi produk, termasuk apakah aroma tersebut disukai oleh anak.
Temuan tersebut relevan dengan keseharian anak aktif yang cenderung lebih mudah berkeringat. Studi internal B&B terhadap 100 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun menunjukkan, sebanyak 90 persen ibu menyatakan anak mereka lebih mudah berkeringat dan membutuhkan produk dengan wangi tahan lama.
Dua temuan tersebut menunjukkan kebutuhan yang saling melengkapi. Anak yang aktif membutuhkan perhatian lebih terhadap kebersihan dan kesegaran, sementara orang tua juga mempertimbangkan pengalaman wangi ketika memilih produk personal care untuk anak.
“Anak-anak yang aktif biasanya lebih mudah berkeringat. Karena itu, rutinitas perawatan setelah bermain bukan hanya tentang membersihkan tubuh, tetapi juga bagaimana membuat anak merasa segar dan nyaman kembali,” ujar Popi Novella, Group Brand Manager B&B.
Personal Care Terjangkau Bukan Sekadar Murah
Karena digunakan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, harga menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam memilih produk personal care anak.
Namun, produk yang terjangkau tidak selalu berarti produk dengan harga paling rendah. Orang tua juga mempertimbangkan apakah manfaat yang diperoleh sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Dalam konteks personal care anak, konsep value for money berarti mendapatkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan anak, seperti bersih, segar, nyaman, dan wangi, dengan harga yang tetap masuk akal untuk penggunaan rutin.
“Menurut kami, terjangkau bukan berarti sekadar murah. Orang tua ingin mendapatkan manfaat yang memang dibutuhkan anak dan merasa bahwa manfaat tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” jelas Popi.
Kebutuhan Anak Aktif Terus Berkembang
Perubahan aktivitas anak turut membuat kebutuhan terhadap produk personal care ikut berkembang. Anak tidak hanya membutuhkan perawatan setelah bermain di luar rumah, tetapi juga setelah beraktivitas di rumah, sekolah, maupun mengikuti berbagai kegiatan lainnya.
Sebagai brand personal care anak dari Kino Indonesia, B&B melihat kebutuhan tersebut sebagai bagian dari keseharian anak aktif. Kebutuhan terhadap produk yang sesuai dengan aktivitas anak menjadi semakin relevan bagi orang tua yang mencari manfaat kebersihan dan kesegaran, pengalaman wangi yang menyenangkan, serta harga yang tetap terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.
“Bagi kami, personal care anak bukan hanya tentang membuat anak bersih. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana produk tersebut dapat mendukung keseharian anak dan memberikan rasa nyaman bagi orang tua,” tutup Popi. (HTS)




