BisnisUmum

PGN Stabil di Tengah Dinamika Energi Global, Andalkan Pasar Domestik

256
×

PGN Stabil di Tengah Dinamika Energi Global, Andalkan Pasar Domestik

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 90,4 juta atau tumbuh sekitar 46 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan laba ini terutama ditopang oleh peningkatan laba kotor sekitar 12 persen YoY, seiring dengan penurunan beban pokok sekitar 7 persen atau setara US$ 54 juta. Selain itu, perbaikan beban keuangan dan selisih kurs turut memperkuat kinerja keuangan perusahaan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PGN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 929,6 juta dengan EBITDA mencapai US$ 240,6 juta. Kinerja ini tetap didorong oleh core business niaga dan infrastruktur gas bumi yang kuat, meskipun pada periode tersebut tidak terdapat penjualan LNG pada segmen trading internasional.

Kondisi ini mencerminkan kemampuan PGN dalam menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, serta pengelolaan portofolio bisnis yang seimbang.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, dengan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. PGN terus mengoptimalkan pengelolaan penyaluran gas dengan fokus menjaga kontinuitas pasokan kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro dan global.

Keandalan infrastruktur PGN juga tetap terjaga di level 99,9 persen, yang menopang layanan kepada lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa model bisnis berbasis ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ujarnya.

READ  Program Mudik BUMN, Jasa Raharja Berangkatkan 25 Bus dari Jatim

PGN juga menjaga fleksibilitas pasokan melalui pemanfaatan LNG secara terukur sebagai bagian dari sistem distribusi. LNG dimanfaatkan sebagai pelengkap pasokan, khususnya di wilayah yang mengalami dinamika suplai.

Adapun volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun, serta 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara terintegrasi guna menjaga keandalan distribusi gas nasional.

Di tengah dinamika global, termasuk fluktuasi nilai tukar dan harga energi, PGN tetap menerapkan pengelolaan likuiditas yang prudent. Pada Triwulan I 2026, beban keuangan berhasil ditekan menjadi US$ 13,7 juta, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 20,75 kali dan debt to equity ratio sebesar 29 persen.

Selain itu, PGN mencatatkan arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta, yang mencerminkan ketahanan operasional dan kemampuan perseroan dalam mendukung pengembangan bisnis ke depan.

Kinerja tersebut juga didukung oleh portofolio bisnis yang seimbang, termasuk kontribusi dari segmen hulu yang membantu menjaga stabilitas di tengah volatilitas harga energi global.

“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” tambah Catur.

Ke depan, PGN akan terus memperkuat infrastruktur dan fleksibilitas pasokan melalui pengembangan jaringan pipa serta layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Perseroan juga melanjutkan pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) guna memperluas akses energi bersih dan terjangkau.

PGN turut mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission, sejalan dengan kebijakan energi nasional.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur. (FCI)