BisnisLifestyleUmum

Berawal dari Dapur Rumah, Queen Dawet Kini Tembus Pasar Hong Kong

402
×

Berawal dari Dapur Rumah, Queen Dawet Kini Tembus Pasar Hong Kong

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Tujuh tahun lalu, tidak banyak yang menyangka sebuah usaha minuman tradisional yang dirintis dari dapur rumah sederhana di Sidoarjo mampu berkembang hingga menembus pasar internasional. Namun itulah perjalanan yang berhasil dilalui Queen Dawet, merek minuman tradisional yang didirikan oleh Sophia Ratnasari.

Tanpa dukungan modal besar, investor berpengalaman, maupun fasilitas produksi modern, Sophia memulai usahanya hanya bermodalkan resep dawet yang telah lama ia kembangkan serta keyakinan untuk menghadirkan minuman tradisional dengan cita rasa khas yang dapat diterima pasar yang lebih luas.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada masa-masa awal, hampir seluruh aktivitas usaha dikerjakan sendiri. Mulai dari memasak, mengemas produk, mengantarkan pesanan, melayani pelanggan hingga mencatat pembukuan dilakukan secara mandiri.

“Modal saya hanya keyakinan. Sekecil apa pun usaha jika ditekuni insya Allah akan membawa hasil yang baik. Tentu juga doa,” ujar Sophia Ratnasari saat ditemui di kediamannya, Minggu (31/5/2026).

Perjalanan bisnis tersebut tidak selalu berjalan mulus. Saat Queen Dawet mulai diperkenalkan ke pasar, konsep minuman tradisional dalam kemasan modern masih belum banyak dikenal masyarakat. Tidak sedikit yang meragukan apakah dawet dapat diterima generasi muda yang lebih akrab dengan berbagai minuman kekinian.

Pesanan yang datang pun tidak menentu. Namun Sophia memilih untuk terus bertahan dan memperbaiki produknya dari waktu ke waktu. Berbagai masukan pelanggan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas rasa maupun layanan.

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan Queen Dawet terjadi secara bertahap. Dari lingkungan sekitar rumah, produk tersebut mulai dikenal berbagai komunitas, masuk ke kantin perkantoran, toko-toko kecil, hingga jaringan distribusi yang lebih luas.

“Tidak ada pertumbuhan secara instan. Yang ada adalah proses panjang membangun kepercayaan pasar dari satu pelanggan ke pelanggan berikutnya,” kata perempuan kelahiran 1 Juni 1982 tersebut.

READ  Hadapi Krisis Energi Global, HIPMI Dorong Peluncuran Gerakan Nasional Hemat Energi

Salah satu langkah penting yang menjadi titik pembeda Queen Dawet adalah keputusan untuk menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan tren gaya hidup sehat masyarakat. Sophia memilih mengembangkan minuman dawet tanpa santan dan tanpa bahan pengawet, namun tetap mempertahankan cita rasa khas minuman tradisional Nusantara.

Inovasi tersebut membuat Queen Dawet mampu menjangkau konsumen dari kalangan menengah hingga menengah atas yang menginginkan minuman tradisional dengan standar kualitas modern. Produk ini kemudian hadir di berbagai toko, restoran, gerai makanan sehat, kafe, hingga sejumlah jaringan distribusi premium.

Perlahan, persepsi masyarakat terhadap dawet mulai berubah. Tidak lagi sekadar minuman tradisional yang dijual di pinggir jalan, tetapi tampil sebagai produk premium yang mampu bersaing dengan berbagai minuman modern lainnya.

Pencapaian terbesar Queen Dawet terjadi ketika produk tersebut berhasil menembus pasar Hong Kong. Melalui jaringan distributor dan komunitas diaspora Indonesia, minuman khas Nusantara itu mulai dipasarkan di wilayah yang berada di bawah otoritas China tersebut.

Bagi Sophia, keberhasilan memasuki pasar internasional memiliki makna lebih dari sekadar peningkatan penjualan.

“Setiap botol Queen Dawet yang dikirim ke luar negeri membawa cerita tentang Indonesia, tentang kekayaan kuliner Nusantara, dan tentang kemampuan UMKM lokal menghasilkan produk berkualitas global,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut juga membuat Queen Dawet semakin sering dipercaya untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai pameran dan bazar UMKM.

Selain hadir di jaringan ritel, produk ini juga menjadi pilihan sejumlah perkantoran untuk kebutuhan minuman harian maupun jamuan tamu. Pada bulan Ramadan, permintaan bahkan meningkat karena banyak digunakan sebagai pelengkap menu berbuka puasa bersama.

READ  Kunjungi Panen Raya, Presiden Prabowo Cicipi Hasil Pertanian Petani

Konsistensi rasa, kualitas bahan baku, dan proses produksi yang higienis turut membawa Queen Dawet hadir dalam berbagai acara berskala besar, mulai seminar nasional, konferensi, festival budaya, konser musik, kegiatan olahraga, hingga acara resmi pemerintahan.

Di balik pertumbuhan bisnis yang terus berkembang, Sophia menegaskan bahwa keberhasilan usaha harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain membuka lapangan pekerjaan, Queen Dawet juga melibatkan berbagai mitra usaha dalam rantai pasok produksinya.

“Setiap botol yang diproduksi bukan hanya menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang,” katanya.

Meski telah mencatat berbagai pencapaian, Sophia mengaku perjalanan Queen Dawet masih panjang. Ia berharap produk yang dirintis dari dapur rumah sederhana itu suatu hari dapat menjadi salah satu merek minuman Indonesia yang dikenal luas di berbagai negara.

“Sebagai pengusaha tentu harus punya cita-cita setinggi langit,” pungkasnya. (BPV)