BisnisUmum

Sinergi TPK Berlian dan TKBM Dorong Operasional Pelabuhan Lebih Aman

280
×

Sinergi TPK Berlian dan TKBM Dorong Operasional Pelabuhan Lebih Aman

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – TPK Berlian
menyelenggarakan program Refreshment Training Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi 835 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanjung Perak sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan.

Pelatihan yang berlangsung dalam enam batch selama 30 April hingga 7 Mei 2026 tersebut ditujukan khusus bagi para TKBM guna memastikan standar K3 menjadi prioritas utama saat proses bongkar muat petikemas.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Program ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman pekerja mengenai pentingnya keselamatan di area operasional yang memiliki risiko tinggi.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin menegaskan bahwa K3 bukan sekadar pemenuhan regulasi administratif, melainkan budaya kerja yang harus tertanam dalam diri setiap pekerja.

Menurutnya, di area terminal yang dipenuhi pergerakan alat berat dan arus petikemas yang dinamis, tidak ada ruang kompromi terhadap prosedur keselamatan.

“Konsistensi dalam mengutamakan keselamatan serta kepekaan terhadap kondisi rekan kerja adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem kerja yang aman. Harapan kami, setiap pekerja berangkat kerja dengan semangat dan pulang ke rumah dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun,” tegas Burhanudin.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya aspek kemanusiaan dalam implementasi kebijakan K3 perusahaan.

Menurutnya, keselamatan pekerja merupakan prioritas utama karena manusia adalah aset yang tidak tergantikan.

“Pelaksanaan refreshment K3 ini tujuan utamanya adalah menjaga keselamatan seluruh pekerja yang berada di area pelabuhan demi keluarga tercinta yang menunggu di rumah. Bagi Pelindo, konsistensi implementasi K3 adalah budaya yang tak bisa ditawar,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sembilan poin penting dalam Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang menjadi standar baku di lingkungan Pelindo.

READ  Ratusan Perkara Ditangani, Kinerja Polres Pelabuhan Tanjung Priok Positif di 2025

Materi meliputi prosedur bekerja di restricted area, keselamatan di area perairan dengan kewajiban penggunaan life jacket, hingga penanganan barang berbahaya atau dangerous goods yang membutuhkan mitigasi risiko secara ketat.

Peserta juga dibekali pemahaman terkait verifikasi kelaikan alat berat melalui izin operasional, prosedur isolasi energi menggunakan sistem Lock Out Tag Out (LOTO), penggunaan full body harness untuk pekerjaan di ketinggian, serta permit to work untuk pekerjaan di ruang terbatas.

Selain itu, pelatihan juga menyoroti bahaya blind spot atau titik buta pada alat berat seperti Reach Stacker, Rubber Tyred Gantry, maupun truk petikemas.

Melalui simulasi visual, para TKBM diberikan pemahaman mengenai keterbatasan pandangan operator alat berat yang dapat menimbulkan risiko fatal apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, pekerja diminta untuk selalu mematuhi jalur pedestrian, menjaga jarak aman, dan menghindari penggunaan perangkat elektronik seperti handphone maupun earphone saat berada di area kerja.

Ketua Koperasi TKBM Tanjung Perak, Eko Iswahyuono mengapresiasi langkah strategis TPK Berlian dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di pelabuhan.

“Kami berterima kasih atas kegiatan refreshment safety induction dan blind spot ini, karena pemahaman yang seragam antara operator alat dan tenaga kerja lapangan adalah kunci keselamatan bersama,” ujar Eko.

Melalui program refreshment ini, TPK Berlian tidak hanya mentransfer pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat budaya kerja berbasis K3 di lingkungan pelabuhan.

Seluruh pekerja diharapkan memiliki keberanian untuk melakukan intervensi keselamatan, termasuk menegur rekan kerja yang melakukan unsafe action serta melaporkan unsafe condition di area operasional.

Dengan sinergi antara manajemen terminal dan seluruh elemen pekerja, TPK Berlian optimistis dapat mempertahankan target Zero Accident demi mendukung kelancaran logistik nasional yang aman dan terpercaya. (IWN)