EkonomiPemerintahanUmum

Menkomdigi: Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN, Berpotensi Tembus USD 360 Miliar pada 2030

274
×

Menkomdigi: Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN, Berpotensi Tembus USD 360 Miliar pada 2030

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan DIgital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat memberikan keynote speech dalam acara Asia Economic Summit by Tech in Asia, Jakarta. (FOto: Humas Kemkomdigi)

NEWSKOTA.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid optimistis ekonomi digital Indonesia akan terus tumbuh dan semakin memperkuat posisinya sebagai yang terbesar di kawasan ASEAN. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar US$100 miliar atau setara Rp1.781,9 triliun, dan diproyeksikan meningkat hingga US$360 miliar pada tahun 2030.

Menurut Meutya, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi digital nasional. Namun, ia menegaskan bahwa angka yang besar tidak serta-merta menjadi indikator kekuatan yang sesungguhnya apabila tidak diiringi dengan pemanfaatan yang optimal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total kawasan. Namun, besarnya angka tidak otomatis berarti kekuatan yang sesungguhnya,” ujar Meutya dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Meutya menjelaskan, untuk mencapai proyeksi ekonomi digital sebesar US$360 miliar pada 2030, Indonesia harus mampu memaksimalkan berbagai modal utama yang dimiliki. Salah satunya adalah tingginya tingkat penetrasi internet yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Saat ini, dari total 281 juta penduduk Indonesia atau sekitar 40 persen populasi ASEAN, sebanyak 220 juta orang telah memiliki akses internet. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan tingginya investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang mencapai US$55 miliar pada tahun lalu turut menjadi faktor pendukung percepatan transformasi digital nasional.

Meutya menilai transformasi digital tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai lapisan. Pemanfaatan platform digital, kata dia, telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil hingga masyarakat di daerah.

READ  KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, 1.089 Titik Masih Rawan Kecelakaan

“Sebagai contoh, nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan mendapatkan pendapatan jauh lebih besar. Produsen kecil dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri bahkan kawasan tanpa perantara yang mengambil sebagian besar keuntungan. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,” katanya.

Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global. Dengan dukungan infrastruktur digital, peningkatan literasi teknologi, serta investasi yang berkelanjutan, Indonesia diyakini mampu mewujudkan target ekonomi digital sebesar US$360 miliar pada akhir dekade ini. (XHR)