BisnisUmum

Menko AHY: Ketepatan Waktu Penerbangan Jadi Urat Nadi Efisiensi Ekonomi Nasional

207
×

Menko AHY: Ketepatan Waktu Penerbangan Jadi Urat Nadi Efisiensi Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP) bukan sekadar berkaitan dengan kenyamanan penumpang. Menurutnya, OTP merupakan indikator penting dalam menjaga efisiensi sistem transportasi udara sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah saat ini terus memperkuat ekosistem kebandarudaraan sebagai salah satu pilar utama untuk meningkatkan mobilitas manusia, distribusi logistik, serta mendukung perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Salah satu upaya kita untuk menggerakkan ekonomi secara nasional dan daerah adalah melalui penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan. Moda transportasi ini diharapkan bisa meningkatkan mobilitas manusia, barang, maupun jasa,” ujar AHY, Jumat (26/6/2026).

Menurut AHY, penguatan sektor penerbangan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan konektivitas nasional yang lebih baik. Hal tersebut juga sejalan dengan target pembangunan jaringan bandara terpadu yang telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dalam implementasinya, pemerintah menjadikan angka keterlambatan penerbangan atau delay sebagai salah satu indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) yang harus terus diperbaiki.

AHY mengakui, hingga kini masih banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan maskapai saat terjadi keterlambatan penerbangan, terutama mengenai minimnya informasi serta lambatnya penanganan terhadap penumpang.

“Ini yang selalu menjadi concern masyarakat luas. Ketika terjadi delay yang terlalu lama atau ketidakjelasan informasi, baik karena faktor cuaca maupun teknis, layanan komunikasi dan kompensasi harus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menilai, kualitas pelayanan di bandara dan maskapai tidak hanya memengaruhi kepuasan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap daya saing investasi Indonesia di tingkat global.

READ  Mudik Lebaran 2026, Kemkomdigi Kerahkan 386 Posko Digital

Efisiensi waktu dalam sektor penerbangan, lanjut AHY, memiliki hubungan erat dengan kelancaran rantai pasok, distribusi logistik, serta mobilitas pelaku usaha. Sebaliknya, keterlambatan yang berkepanjangan dapat memicu kerugian ekonomi berantai akibat terganggunya aktivitas bisnis dan distribusi barang.

Karena itu, pemerintah terus mendorong restrukturisasi tata kelola ekosistem kebandarudaraan agar mampu menjadi pengungkit konektivitas nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah, terutama di luar Pulau Jawa.

“Sekali lagi, competitiveness itu adalah ukuran dari prestasi kualitas layanan bandara. Kita harus memastikan sektor kebandarudaraan benar-benar menjadi pengungkit konektivitas nasional kita agar pertumbuhan ekonomi dan pemerataan bisa tercipta,” pungkas AHY.

Melalui peningkatan kualitas layanan bandara, perbaikan koordinasi antaroperator, serta peningkatan ketepatan waktu penerbangan, pemerintah berharap sektor transportasi udara semakin efisien, mampu memperkuat daya saing nasional, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh Indonesia. (ACE)