Umum

Peziarah Keluhkan Gangguan Anjal di Makam Sunan Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan

305
×

Peziarah Keluhkan Gangguan Anjal di Makam Sunan Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Satpol PP Surabaya menertibkan anak jalanan (anjal) yang berada di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya. Penertiban dilakukan untuk menjaga kenyamanan peziarah (Foto: Kominfo Surabaya)

NEWSKOTA.COM – Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, mengeluhkan gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta uang. Keluhan tersebut bahkan berulang kali disampaikan masyarakat melalui hotline Lapor Cak Eri.

Modus yang dikeluhkan peziarah cukup beragam. Sejumlah anjal disebut berpura-pura membantu menyeberangkan jalan, kemudian meminta uang kepada peziarah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam beberapa kasus, permintaan uang tersebut dinilai dilakukan secara memaksa. Bahkan, terdapat anjal yang disebut mengikuti peziarah hingga mereka memberikan uang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah menerima laporan mengenai gangguan anjal di kawasan Ampel. Ia memastikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya telah turun melakukan penertiban.

“Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman,” kata Eri, Rabu (2/9/2026).

Menurut Eri, pengawasan di kawasan Ampel sebenarnya dilakukan setiap hari. Namun, keberadaan anjal yang tidak menetap menjadi salah satu kendala bagi petugas dalam melakukan penertiban.

“Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya, pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada,” ujarnya.

Eri mengatakan penertiban terhadap anjal dan pengamen di kawasan Ampel juga telah dilakukan berulang kali. Namun, setelah petugas meninggalkan lokasi, mereka kerap kembali ke kawasan tersebut.

“Saya minta maaf kepada para peziarah. Tapi ini, sudah berulang kali ditertibkan oleh teman-teman, dijaga oleh teman-teman, tetapi tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi,” katanya.

Patroli di Kawasan Ampel Diperketat

Untuk mengantisipasi gangguan terhadap peziarah, Eri meminta pengawasan di kawasan Makam Sunan Ampel diperketat. Ia akan berkoordinasi dengan Satpol PP Surabaya agar intensitas patroli ditingkatkan.

READ  Imbas Candaan Viral, Wali Kota Surabaya Nonaktifkan Admin Media Sosialnya

“Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” ujarnya.

Selain penertiban di lapangan, Pemkot Surabaya juga menerapkan sanksi sosial bagi sejumlah anjal dan pengamen yang telah ditertibkan Satpol PP.

Mereka ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial. Selama berada di Liponsos, mereka mendapatkan sejumlah tugas, antara lain membersihkan area Liponsos Keputih hingga membantu memberikan makanan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Eri menegaskan, langkah pengetatan pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan wisata religi Sunan Ampel tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para peziarah.

“Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal,” tuturnya.

Ia berharap penertiban dan peningkatan intensitas pengawasan dapat mencegah gangguan terhadap peziarah sekaligus menjaga kenyamanan kawasan religi Makam Sunan Ampel.

“Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel. Insyaallah pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” katanya. (RYN)