Umum

Garuda Indonesia Group Layani 1,5 Juta Penumpang Selama Libur Nataru

273
×

Garuda Indonesia Group Layani 1,5 Juta Penumpang Selama Libur Nataru

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Garuda Indonesia Group telah menyelesaikan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mencatatkan kinerja positif. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, maskapai nasional tersebut mengangkut sekitar 1,5 juta penumpang melalui total 10.400 penerbangan.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, mengatakan bahwa ketersediaan kursi yang disiapkan selama musim liburan akhir tahun menjadi wujud komitmen Garuda Indonesia Group dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat, baik menuju destinasi domestik maupun internasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Catatan keterisian kursi tersebut selaras dengan tren perjalanan masyarakat yang terus tumbuh, sekaligus dengan penerapan kebijakan penyesuaian harga tiket dari pemerintah,” ujar Dani.

Ia menambahkan, arus keberangkatan penumpang pada libur akhir tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Tingkat keterisian penumpang tertinggi, di atas 90 persen, tercatat pada sejumlah rute domestik dengan keberangkatan dari Jakarta menuju Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta.

Sementara itu, pada rute internasional, peningkatan keterisian juga terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon.

Selain pertumbuhan jumlah penumpang, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan capaian positif dari sisi ketepatan waktu penerbangan. Sepanjang periode peak season, rata-rata tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) mencapai 89 persen, menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.

Garuda Indonesia dan Citilink juga membukukan rata-rata tingkat ketepatan waktu hingga 99 persen untuk keberangkatan penerbangan pertama harian (first departure). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 97 persen.

Menurut Dani, kinerja keberangkatan pertama harian menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme operasional maskapai secara konsisten serta mendukung ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya.

READ  Bupati Tuban: Citimall Serap Tenaga Kerja Lokal dan Dorong Ekonomi Daerah

“Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran operasional selama peak season, Garuda Indonesia Group melakukan sejumlah langkah optimalisasi, antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat, peningkatan disiplin waktu pada penerbangan pertama, pengoperasian posko terpadu GA Group, serta penguatan koordinasi dengan layanan ground handling. (TGK)