Umum

Juru Parkir Surabaya Dapat Pelatihan Khusus, Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

241
×

Juru Parkir Surabaya Dapat Pelatihan Khusus, Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
70 Jukir mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Petugas Juru Parkir Berkeselamatan (Foto: Kominfo Surabaya)

NEWSKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menggelar program Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat bagi para petugas juru parkir (jukir). Menggandeng Kementerian Perhubungan melalui Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, langkah ini diambil untuk membangun standar kompetensi profesi jukir di Kota Pahlawan.

Pelatihan tahap pertama ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 Juni 2026, bertempat di Aula Garuda Dinas Perhubungan Surabaya. Sebanyak 70 petugas parkir yang terdiri dari jukir Tepi Jalan Umum (TJU) maupun jukir persil (pelataran) ikut serta dalam gelombang perdana ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tonggak awal dalam memberikan kepastian kompetensi bagi para jukir saat bertugas di lapangan.

“Peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi saat bekerja di lapangan,” kata Trio dalam keterangannya.

Fokus pada Keselamatan dan Kualitas Pelayanan
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini dirancang secara komprehensif, mencakup aspek:

1. Peningkatan kualitas pelayanan (hospitality) kepada masyarakat.

2. Prosedur keselamatan kerja petugas dan pengguna jalan.

3. Keamanan kendaraan di area parkir.

4. Kenyamanan bagi pengguna jasa parkir maupun petugas itu sendiri.

Wakil Direktur I PPI Madiun, Muhamad Nurhadi, menjelaskan bahwa profesi jukir bukanlah pekerjaan tanpa risiko. Pekerjaan di area terbuka dan jalan raya menuntut keahlian khusus demi menjaga keselamatan publik.

“Setiap profesi membutuhkan keterampilan dan bukti kompetensi. Profesi petugas parkir apalagi yang di pinggir jalan, risikonya lumayan menyangkut keselamatan orang lain juga. Sertifikat ini menjadi bukti otentik kemampuan mereka,” jelas Nurhadi.

Kontribusi terhadap PAD Surabaya
Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian. Kepala Unit Turjawali Satuan Samapta Polrestabes Surabaya, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Doni Nugroho Dwi Putra, mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan momentum ini di tengah perubahan zaman yang serba digital dan dinamis.

READ  DPRD Surabaya Desak Audit Keselamatan Proyek Usai Kecelakaan Maut di Margorejo

Ipda Doni turut mengapresiasi peran jukir yang menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya melalui sektor retribusi parkir.

“Jadi silakan rekan-rekan dimanfaatkan karena semakin berkembangnya zaman, semakin banyak perubahan-perubahan. Jadi contohnya nanti sertifikasi ini,” ujar Ipda Doni.

Dishub Surabaya memastikan komitmennya bahwa program sertifikasi dan pelatihan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan demi menjangkau seluruh petugas parkir yang tersebar di wilayah Kota Surabaya. (WUX)