Umum

TTL Tingkatkan Kualitas Layanan dengan Penguatan Kapasitas SDM

373
×

TTL Tingkatkan Kualitas Layanan dengan Penguatan Kapasitas SDM

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di seluruh lini organisasi.

Pelatihan tersebut diikuti 40 pegawai TTL Group, mulai dari staf hingga senior leader. Program ini dirancang untuk membangun kesamaan persepsi bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan dalam mendukung kepuasan pelanggan, meningkatkan daya saing, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sebagai operator terminal peti kemas yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL menilai kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu kompetensi utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unggul.

Dalam industri kepelabuhanan dan logistik yang memiliki intensitas interaksi tinggi dengan pengguna jasa, kualitas komunikasi dinilai berperan penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, menjaga hubungan jangka panjang, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan pengguna jasa.

TTL menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab unit Customer Service atau Customer Care. Seluruh fungsi dan unit kerja memiliki kontribusi yang sama penting dalam membentuk pengalaman pelanggan yang positif, mulai dari operasional, perencanaan (planner), operation support, hingga fungsi Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan peningkatan kualitas layanan harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja operasional perusahaan yang saat ini terus menunjukkan tren positif.

“TTL saat ini mencatat pertumbuhan throughput yang sangat signifikan. Seiring dengan meningkatnya volume arus peti kemas, tantangan pelayanan juga semakin kompleks. Ekspektasi pelanggan terus meningkat dan berbagai masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujar David dalam sambutannya.

READ  PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Strategi Komunikasi Kepelabuhanan Melalui Pelatihan AI

Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan kesiapan seluruh pegawai untuk memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki kontribusi dalam membentuk pengalaman pelanggan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambahnya.

Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait konsep service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi.

Pelatihan dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, serta praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dalam situasi kerja sehari-hari.

Melalui kolaborasi dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, TTL berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh guna mendukung peningkatan kualitas layanan perusahaan.

Penguatan kapasitas SDM tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, sekaligus mendukung transformasi TTL sebagai terminal peti kemas modern yang andal, profesional, dan berdaya saing global.

“Karena pada akhirnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari bagaimana pelanggan merasakan kualitas layanan yang kita berikan,” tutup David. (QVP)