LifestyleOlah RagaUmum

Demam Padel Merambah Anak-anak di Surabaya, Akademi Siapkan Regenerasi Atlet Sejak Usia Dini

318
×

Demam Padel Merambah Anak-anak di Surabaya, Akademi Siapkan Regenerasi Atlet Sejak Usia Dini

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Popularitas olahraga padel di Surabaya terus menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya lapangan padel didominasi pemain dewasa, kini olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash tersebut mulai digemari kalangan anak-anak. Fenomena ini mendorong sejumlah akademi membuka program pembinaan usia dini sebagai langkah menyiapkan regenerasi atlet sekaligus menumbuhkan gaya hidup aktif sejak kecil.

Salah satu akademi yang mulai fokus mengembangkan pembinaan anak adalah Berani Padel Academy melalui program Berani Padel Kids Academy. Program tersebut lahir setelah pengelola melihat semakin banyak anak yang tertarik mencoba padel saat menemani orang tuanya berlatih.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Head Coach Berani Padel Academy, Irsada Arroissi, mengatakan perubahan tersebut mulai terlihat dalam satu hingga dua tahun terakhir, seiring bertambahnya komunitas, lapangan, hingga turnamen padel di Surabaya.

Menurutnya, sebagian besar peserta kelas latihan merupakan orang tua yang rutin membawa anak mereka ke lapangan. Dari situlah muncul gagasan untuk mengenalkan padel kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.

“Kurang lebih 70 persen member coaching class kami sudah berkeluarga. Saat latihan, mereka biasanya membawa anak yang menunggu di area lapangan sambil bermain gadget. Dari situ kami melihat peluang untuk mengajak anak-anak ikut bergerak aktif melalui olahraga padel,” kata Irsada.

Ia menjelaskan, Berani Padel Kids Academy dirancang dengan konsep belajar sambil bermain sehingga anak-anak dapat menikmati setiap sesi latihan tanpa merasa terbebani.

Menurut Irsada, karakter olahraga padel memang sangat ramah bagi anak-anak. Ukuran lapangan yang lebih kecil dibanding tenis membuat permainan tidak terlalu menguras tenaga, sementara teknik dasarnya relatif mudah dipelajari sejak usia dini.

Selain itu, keberadaan dinding kaca yang menjadi bagian dari permainan justru menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan sensasi layaknya bermain gim.

READ  Sinergi TPK Berlian dan TKBM Dorong Operasional Pelabuhan Lebih Aman

“Anak-anak tidak harus langsung memiliki teknik yang sempurna untuk menikmati padel. Mereka bisa belajar sambil bermain, sehingga lebih mudah tumbuh rasa percaya diri dan ketertarikan terhadap olahraga ini,” ujarnya.

Dalam proses pembinaan, materi latihan disesuaikan dengan tahapan usia, kemampuan motorik, serta perkembangan psikologis peserta.

Anak usia 4 hingga 6 tahun difokuskan pada permainan motorik dasar, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Memasuki usia 7 sampai 9 tahun, peserta mulai dikenalkan pada teknik dasar memukul dan pergerakan di lapangan.

Selanjutnya, kelompok usia 10 hingga 12 tahun mulai mempelajari strategi permainan sederhana, sedangkan peserta berusia 13 tahun ke atas diarahkan memasuki latihan yang lebih kompetitif sebagai persiapan mengikuti berbagai kejuaraan.

Tidak hanya kemampuan teknis, akademi juga menanamkan nilai-nilai karakter melalui setiap sesi latihan. Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, hingga sportivitas menjadi bagian penting yang diajarkan kepada seluruh peserta melalui berbagai permainan dan tantangan yang dibuat variatif agar anak tidak mudah bosan.

Perkembangan olahraga padel di Surabaya juga tercermin dari jumlah anggota komunitas yang terus bertambah. Saat ini, Berani Padel Academy memiliki 1.018 anggota yang tergabung dalam Reclub serta 457 pemain aktif di grup komunitas WhatsApp.

Melihat antusiasme tersebut, Irsada optimistis Surabaya memiliki peluang besar melahirkan atlet-atlet padel berprestasi apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan bukan semata diukur dari banyaknya medali yang diraih, tetapi juga dari terbentuknya karakter anak melalui olahraga.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pemain padel yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan. Prestasi akan mengikuti ketika fondasi itu dibangun dengan benar,” pungkasnya.

READ  Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK, Kenakan Rompi Oranye

Dengan semakin banyaknya anak yang mulai mengenal padel sejak usia dini, Surabaya dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga padel di Indonesia. Dukungan keluarga, komunitas, serta akademi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (SJA)