LifestyleUmum

Bogasari Dorong Inovasi Kuliner Berbasis Pangan Lokal melalui Pelatihan Guru SMKN 3 Kediri

274
×

Bogasari Dorong Inovasi Kuliner Berbasis Pangan Lokal melalui Pelatihan Guru SMKN 3 Kediri

Sebarkan artikel ini

NEWSKOTA.COM – Sebagai bagian dari komitmen kerja sama dalam mendukung pertumbuhan mutu pendidikan jurusan kuliner di SMKN 3 Kediri, Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya kembali melatih enam guru jurusan kuliner. Ini merupakan pelatihan kedua buat guru kuliner SMKN 3 Kediri dan berlangsung selama 2 hari, 3-4 Juni 2026 di BBC Surabaya.
Dalam pelatihan kedua ini, 6 resep yang dijarkan kepada guru sesuai dengan tema yang ditentukan pihak sekolah, yaitu Pelatihan Pembuatan Makanan Sehat. Keenam resep tersebut adalah Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape (tape singkong), Pumpkin Cotten Roll Cake (labu parang/labu kuning), Cassava Cake (singkong). Khusus untuk 3 resep terakhir sengaja dipadukan dengan bahan pangan lokal sebagai komitmen kearifan lokal dalam pengolahan makanan berbasis tepung terigu.

Sementara itu, pelatihan tahap pertama sudah digelar 28-29 Januari 2026 lalu, yang juga diikuti 6 guru berbeda dengan tema pelatihan Pembuatan Makanan Kekinian. Ada 6 resep yang dilatih saat itu, yaitu Bomboloni Mochi, Croisant, Fruit Danish, Brownies Burn Cheese Cake, Rose Lychee Pudding, Matcha Cotton Roll Vake. Keseluruhan materi pelatihan ini dipandu langsung Hadi Haudi, chef senior dari Bogasari Baking Center.
“Jadi total sudah 12 guru jurusan kuliner dari SMKN 3 Kediri yang dilatih di Bogasari Baking Center. Pelatihan gelombang ketiga akan kita lakukan di tahun ini juga setelah masuk semester baru nanti. Tema pelatihan tetap disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dalam rangka pengajaran dan potensi pengembangan produk Teaching Factory (TEFA) SMKN 3 Kediri,” jelas Bagus Tri Ardiyanto, Manajer Human Resource Divisi Bogasari pabrik Surabaya, dalam siaran pers kepada media, Jumat (5/6/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Bentuk kegiatan lain dari Bogasari Mengajar yang akan dijalankan selama MoU 1 tahun dengan SMKN 3 Kediri adalah validasi kurikulum Project Based Learning melalui program Teaching Factory, penyelenggaraan program Magang Guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), pengadaan Guru Tamu (Guest Speaker) terkait teknologi terkini dalam industri Bakery, dan kunjungan industri untuk guru dan siswa. Bagus berharap, semua poin dalam kesepakatan bersama ini bisa dipenuhi Bogasari sebelum kerja sama berakhir.
Sementara itu, Agus Syafruddin, koordinator guru dari SMKN 3 Kediri menegaskan, materi pelatihan di BBC yang diikuti para guru akan diteruskan kepada para siswa jurusan kuliner di SMKN 3 Kediri yang jumlahnya saat ini mencapai 432 siswa. Alih pengetahuan dari guru kepada siswa tentu akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan tingkatan kelas siswa. Mekanisme pelaksanaannya adalah dengan mengklasifikasikan materi dari BBC ke dalam kurikulum berdasarkan tingkatan kelas di jurusan Kuliner.

READ  Perdagangan dengan Iran Jadi Sorotan, Trump Siapkan Tarif hingga 25 Persen

Sebagai contoh, Kelas XI (semester akhir) akan fokus pada materi fusion pastry & bakery. Kelas XII berfokus pada materi produk bakery untuk kondisi khusus, seperti menu diet. “Khususnya dalam mata pelajaran pastry and bakery, karena sangat banyak teknik dan ilmu baru yang kami para guru dapatkan saat pelatihan di BBC. Melalui pelatihan ini, kami para guru berterima kasih kepada Bogasari karena banyak dapat update dalam hal pastry dan bakery dari sisi industri. Ini yang juga harus diketahui dan dikuasai oleh para siswa,” ujar Agus yang sudah 22 tahun menjadi guru jurusan kuliner di SMKN 3 Kediri.

Ia menambahkan, ilmu pelatihan yang didapat dari Bogasari juga pasti akan dipakai dalam mengembangkan produk TEFA di sekolah. Terutama saat momen tertentu seperti Ramadan lalu, dengan pendampingan guru, para siswa berhasil produksi sekitar 700 toples aneka kue kering, diantaranya nastar, cokocip, lidah kucing, dan cokelat caramel. Penjualan juga dilakukan sendiri oleh para siswa ke masyarakat.

“Alhamdulillah berhasil mendapat omset sekitar Rp 35 juta. Tapi bukan itu yang utama, karena tujuannya lebih pada melatih jiwa dan kemampuan wirausaha para siswa. Karena tidak semua mampu melanjutkan kuliah, tapi juga bisa buka usaha,” harap Agus.

Ia menambahkan, dengan bimbingan Bogasari ke depan pihak sekolah ingin inovasi produk TEFA Kuliner “Adiwangsa”, yang artinya menciptakan beberapa produk inovatif lainnya untuk menarik minat konsumen di sekolah. Misalnya Donat Prasmanan, yang diproduksi dan dijual siswa langsung di sekolah dalam kondisi fresh. Bahkan para siswa yang membeli diberikan kebebasan untuk memilih dan mengoleskan berbagai macam jenis topping yang telah disediakan sendiri.

“Termasuk produksi Mie Sehat, yang merupakan perpaduan adonan mie dari terigu dan sayur bayam dengan topping ayam pedas. Produk ini menjadi salah satu menu yang sangat diminati dan digemari oleh para siswa,” kata Agus.

READ  Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Sentuh Rp2,589 Juta

Chef Hadi Haudi dari BBC sangat mendukung akan program menu khusus dari pihak sekolah. Bahkan Bogasari memiliki banyak inovasi resep yang mengandung kearifan lokal. Misalnya resep Flaky Taro yang menggunakan talas, Burnt Fermented Casava Chese Cake (tape singkong), Banana Brownies Cake (buah pisang), Crunchy Durian Choux Paste (buah durian), Donat Telo (ubi ungu), dan masih banyak lagi.

“Yang pasti kelebihan tepung terigu adalah mudah dan potensial untuk diolah dengan panganan lokal nusantara. Terigu sangat bagus untuk mengangkat derajat ekonomi produk pertanian lokal kita. Dan tidak sedikit UKM mitra Bogasari yang berhasil menjadikannya sebagai piluhan usaha, bahkan oleh-oleh khas daerah,” tegas Chef Hadi yang sudah hampir 2 dekade mengolah aneka resep makanan berbasis terigu. (AUV)